Selasa 10 Aug 2021 15:22 WIB

Tempat Tinggal Rasulullah Setelah Hijrah

Setelah sampai di Madinah, di mana Rasulullah tinggal?

Rep: Rossi Handayani/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Rasulullah
Foto: Pixabay
Ilustrasi Rasulullah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah Saw melakukan hijrah dari kota Makkah ke Madinah atas perintah dari Allah Swt. Setelah sampai di Madinah, di mana Rasulullah tinggal?

Dalam Sirah Nabawiyah, Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah Saw,  Ibnu Ishaq berkata: Ketika Rasulullah Saw menunggangi untanya beliau didatangi 'Itban bin Malik dan Abbas bin Ubadah bin Nadhlah bersama orang-orang Salim bin Auf memohon agar Rasulullah tinggal bersama mereka.

Namun, Rasulullah Saw menolak dengan halus. Lalu beliau didatangi Ziyad bin Labid dan Farwah bin Amr bersama orang-orang Bani Bayadhah memohon agar Rasulullah tinggal bersama mereka. Rasulullah Saw menolak mereka dengan halus.

Kemudian beliau didatangi Sa'ad bin Ubadah dan Al-Mundzir bin Amr bersama orang-orang Bani Saidah. Mereka berkata: "Memohon agar Rasulullah tinggal bersama mereka. Rasulullah Saw menolak mereka dengan halus. Kemudian beliau didatangi oleh Sa'ad bin Ar-Rabi', Kharijah bin Zaid dan Abdullah bin Rawahah bersama orang-orang Bani Al-Harits bin Al- Khazraj. Mereka meminta Rasulullah agar tinggal bersama mereka, namun beliau menolak mereka dengan halus.

Lalu beliau di datangi Salith bin Qais dan Abu Salith Asirah bin Abu Kharijah bersama orang-orang dari Bani Adi bin An-Najjar. Mereka menawarkan agar Rasulullah tinggal bersama mereka yang notabene paman-paman beliau. Namun, Rasulullah Saw menolak mereka dengan halus, beliau terus menggiring untanya berjalan ke depan.

Sampai ketika unta beliau melewati perkampungan Bani Malik bin An-Najjar, ia menderum di pintu masjid Rasulullah Saw yang kala itu masih berupa tempat pengeringan kurma milik dua anak yatim Bani An-Najjar yang bernama Sahl dan Suhail. Keduanya adalah anak Amr dan berada dalam asuhan Muadz bin Afra'.

Unta itu berhenti sejenak ditempat itu, kemudian berjalan lagi ke depan, tidak jauh dari tempat itu. Rasulullah Saw meletakkan kekang unta itu dan beliau tidak membelokkannya. Kemudian unta itu menoleh ke belakang dan pergi ke tempat menderumnya semula, menderum di sana, diam tenang tak bergerak. Saat itulah Rasulullah Saw turun darinya.

Setelah itu, Abu Ayyub Khalid bin Zaid menurunkan bekal perjalanan Rasulullah Saw dan menaruhnya di rumahnya. Rasulullah Saw tinggal di rumah Abu Ayyub Khalid bin Zaid.

Beliau bertanya tentang tempat pengeringan kurma itu milik siapa? Muadz bin Afra' menjawab bahwa itu adalah milik Sahl dan Suhail anak Amr. Keduanya adalah anak yatim dan masih keluarga Muadz. Muadz akan memohon kerelaan keduanya agar meninggalkan tempat itu, kemudian mengubahnya menjadi masjid."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement