Masjid Edmonton di Kanada Buka Kelas Bela Diri bagi Muslimah

Kamis , 12 Aug 2021, 17:02 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Masjid lokal di Edmonton, Kanada membuka kelas bela diri bagi muslimah
Masjid lokal di Edmonton, Kanada membuka kelas bela diri bagi muslimah

IHRAM.CO.ID, EDMONTON -- Sebuah masjid lokal di Edmonton, Kanada, menyelenggarakan serangkaian kelas bela diri untuk memberdayakan wanita Muslim dan guna memberi mereka rasa aman. Kelas bela diri di Masjid Al Rashid itu dibuka di tengah panasnya retorika anti-Muslim di negara itu. Instruktur kelas bela diri tersebut, Janan Jomha, mengatakan bahwa pihaknya bertujuan agar orang-orang merasa aman.

 

Terkait

"Kami ingin orang-orang memiliki kepercayaan diri untuk berada di komunitas ini dan merasa seperti mereka dimiliki. Itulah yang harus kita upayakan, terutama di sini di Kanada," kata Jomha kepada CTV News, dilansir di laman About Islam, Kamis (12/8).

Ia mengatakan, masjid Al Rashid akan menyelenggarkan kelas bela diri pada Agustus ini untuk membantu mereka merasa lebih aman saat berada di komunitas. Pertama, Jomha menuturkan bahwa peserta kelas akan diajari menggunakan suara mereka menjadi vokal dan mencoba untuk mengurangi eskalasi sebelum bertindak secara fisik.

"Kami banyak fokus pada bahasa tubuh, menggunakan suara kami dan menggunakan suara komunitas untuk menghentikan situasi yang mengancam. Tujuan dari pertahanan diri adalah untuk merasa aman," ujarnya.

Instruktur lain dari Elite Taekwondo Edmonton, Kaitlyn Molo, mengatakan para peserta mengungkapkan mereka merasa lebih nyaman dan percaya diri setelah menyelesaikan pelatihan pengantar. Ia mengaku mendapat tanggapan yang sangat bagus.

"Setelah mereka mengambil kursus itu, banyak orang mengatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri untuk masuk ke ruang komunitas mereka," kata Molo.

Seorang peserta di kelas hari Minggu, Jessica Snow, mengatakan bahwa dia memutuskan untuk mengikuti kelas tersebut setelah meningkatnya jumlah serangan bermotif rasial di kota tersebut. Menurutnya, dengan banyaknya berita di mana minoritas visual diserang dan dalam banyak kasus mereka juga perempuan, ada kebutuhan lebih dari sebelumnya untuk memiliki pengetahuan terkait pertahanan diri.

"Saya pikir itu selalu menjadi ide yang bagus terlepas dari berapa usia Anda, tetapi mungkin hari ini ada kebutuhan lebih dari sebelumnya," ujar Snow.

Karena kekhawatiran tentang Islamofobia, banyak kalangan wanita membuat misi untuk memberdayakan wanita Muslim untuk membela diri dari terorisme dan pelecehan anti-Muslim, baik itu di jalan maupun di tempat kerja.

Kelas-kelas ini membantu memenuhi kebutuhan penting bagi wanita Muslim yang mungkin merasa sangat rentan dalam iklim politik dan sosial saat ini. Pada 2018, seorang pebisnis yang merupakan wanita Muslim muda, menciptakan teknik pertahanan diri baru terhadap serangan yang melibatkan perampasan jilbab.

Instruktur bela diri yang berbasis di Chicago, Zaineb Abdulla, pada 2016 juga menerbitkan video yang mengajarkan wanita Muslim bagaimana menanggapi serangan kebencian dan percobaan untuk mengambil jilbab mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini