Ahad 15 Aug 2021 08:28 WIB

12 Nama Bulan Hijriah Hasil Ijtihad Khalifah Umar

Nama-nama bulan Hijriah bukanlah wahyu yang turun kepada umat Islam.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Esthi Maharani
Tahun baru Islam
Foto: moroccomuslimnews
Tahun baru Islam

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Selain tahun Masehi umat Islam memiliki tahun hijriah sebagai pergantian bulan. Nama-nama bulan dalam penanggalan hijriah itu bukanlah wahyu melainkan hasil ijtihad Khalifah Umar.

"Bangsa Arab sejak zaman jahiliyah pun sudah memakai nama-nama itu; seperti Sya’ban, Ramadhan, Syawal dan yang lainnya," kata Ahmad Zarkasih Lc dalam bukunya "Sejarah Pembentukan Kalender Hijriyah"

Ahmad Zarkasih menegaskan, nama-nama bulan pada kalender Hijriah bukanlah wahyu yang turun kepada umat Islam. Nama-nama tersebut telah  ada sebelumnya dan digunakan berabad lamanya oleh bangsa Arab.

"Karena itu penanggalan mereka  disebut dengan al Qamari Taqwim  al (kalender Bulan), karena memang basis perhitungannya bergantung pada bulan," katanya.

Mereka pun memberi nama sesuai dengan keadaan  alam atau keadaan sosiologi dan  budaya yang mereka lakukan pada bulan bulan tersebut.  

"Nah, karena bangsa Arab juga punya  kelas yang berbeda (suku), ini membuat berbeda pula dalam kebiasaan dan adat dari masing-masing suku. Karena itu juga, walaupun menggunakan perhitungan yang sama yakni bulan, penamaan bulannya bisa berbeda," katanya.

Barulah ketika tahun 412  Masehi para petinggi di konvensi dari  lintas suku dan kabilah bangsa Arab di Makkkah di masa Kilab bin Marrah (kakek Nabi  Muhammad) menyatukan  nama untuk menentukan nama bulan.

"Hal ini agar terjadi kesamaan, serta  memudahkan mereka dalam perdagangan," katanya.

Dari perkumpulan itu munculah nam 12 bulan. 12 nama-nama bulan itu adalah Muharram, Safar, Rabil'awal, Rabil'tsani, Jumadil'ula, Jumadil"tasniya, Rajab, Syaban, Ramadhan, Syawal, Dzulqaidah, Dzilhijah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement