Gelombang Pertama Umroh, 50 Jamaah Irak tiba di Makkah

Senin , 16 Aug 2021, 08:47 WIB Reporter :Mabruroh/ Meiliza Laveda/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Arab Saudi memberlakukan protokol kesehatan ketat untuk jamaah umroh. Umroh masa pandemi
Arab Saudi memberlakukan protokol kesehatan ketat untuk jamaah umroh. Umroh masa pandemi

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menyambut kedatangan jamaah umroh dari luar Kerajaan Arab Saudi melalui bandara-bandaranya pada Sabtu (14/8). Jamaah umroh gelombang pertama ini datang dari Irak sebanyak 50 orang. 

 

Terkait

Para peziarah disambut di tengah sistem layanan yang komprehensif dan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah umroh. Kementerian telah menghentikan penerimaan aplikasi umroh sebagai tindakan pencegahan untuk mengekang penyebaran pandemi virus corona. 

Baca Juga

Fase penerimaan aplikasi umroh dari luar Arab Saudi dibuka secara bertahap, mengikuti fase sebelumnya yang memungkinkan warga dan penduduk untuk melakukan umroh. Kementerian juga berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan berupaya memfasilitasi kedatangan jamaah umroh dari luar negeri dan memperbarui daftar negara yang bisa langsung didatangi masyarakat. 

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (16/8), daftar ini disiapkan oleh otoritas terkait tergantung pada kurva kesehatan negara-negara peserta umroh. Direktorat Jenderal Paspor mengatakan pada Sabtu (14/8) bahwa mereka telah menyelesaikan semua persiapan manusia dan teknis yang diperlukan untuk menerima dan memberikan layanan yang diperlukan kepada para peziarah yang tiba di Kerajaan dari luar negeri. 

Sementara itu, Direktorat Paspor di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah bersiap untuk menerima penerbangan pertama peziarah yang datang dari luar negeri pada Sabtu, dan siap untuk memproses masuk mereka ke Kerajaan dengan mudah dan sesuai dengan tindakan pencegahan dan pencegahan. 

"Arab Saudi berencana untuk meningkatkan jumlah jamaah umroh mencapai 120 ribu setiap hari, dari 60 ribu jamaah saat ini," menurut Kementerian Haji dan Umroh. 

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umroh Dr Abdulfattah Bin Sulaiman Mashat menekankan bahwa kementerian menerima jamaah umroh yang datang dari berbagai negara dan menawarkan semua layanan yang diperlukan.

 

Langkah-langkah ini termasuk melampirkan sertifikat vaksinasi yang diakreditasi oleh otoritas terkait di Kerajaan dan negara peserta umroh, pengakuan atas informasi yang benar, dan komitmen terhadap karantina institusional yang ditentukan oleh masing-masing maskapai penerbangan yang digunakan pelaku umroh untuk memasuki Arab Saudi sesuai prosedur daftar negara yang mewajibkan jamaah umroh untuk melakukan karantina.

 

n. Mabruroh

https://saudigazette.com.sa/article/609866/SAUDI-ARABIA/Hajj-Ministry-welcomes-first-batch-of-50-Iraqi-pilgrims-for-Umroh

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini