Selasa 17 Aug 2021 22:28 WIB

Taliban Kuasai Afghanistan; Akan Ada Apa ke Depan?

Taliban telah mencoba meyakinkan orang-orang yang panik di Kabul.

Situasi rusuh bandara kabul ketika Taliban kuasai Kabul.
Foto: CNN.com
Situasi rusuh bandara kabul ketika Taliban kuasai Kabul.

IHRAM.CO.ID, Suasana Kabul tetap tegang pada hari Selasa kemarin (17/8). Kala itu ketika Taliban menyatakan "amnesti" di seluruh Afghanistan dan mendesak perempuan untuk bergabung dengan pemerintahnya beberapa hari setelah kelompok bersenjata itu mengambil alih negara itu.

Taliban telah mencoba meyakinkan orang-orang yang panik di ibu kota. Banyak dari mereka berkumpul di bandara mencoba melarikan diri dari negara itu. Mereka takut akan lebih banyak kekerasan yang akan terjadi.

Pada hari Selasa, bandara internasional Kabul, satu-satunya jalan keluar bagi banyak orang, dibuka kembali untuk penerbangan evakuasi militer di bawah pengawasan pasukan AS. Penerbangan komersial masih tetap ditangguhkan.

Berikut beberapa perkembangan signifikan: Taliban mengadakan pembicaraan tentang pemerintahan sementara. Kantor berita Associated Press mengutip seorang pejabat anonim yang mengatakan bahwa pemimpin senior Taliban Amir Khan Muttaqi berada di ibu kota Afghanistan untuk merundingkan formasi pemerintah dengan pemimpin politik Kabul. Bahkan tmantan Presiden Hamid Karzai dan Abdullah Abdullah, yang pernah mengepalai dewan perunding negara itu diajak ikut serta.

Pejabat itu mengatakan pembicaraan itu bertujuan untuk membawa para pemimpin non-Taliban lainnya ke dalam pemerintahan yang menurut juru bicara Taliban Suhail Shaheen akan menjadi "pemerintah Afghanistan yang inklusif".

Warga Afghanistan yang akrab dengan pembicaraan itu mengatakan beberapa sesi telah berlangsung hingga larut malam dan telah berlangsung sejak segera setelah kepergian Ghani. Sementara itu, Taliban telah mendesak perempuan untuk bergabung dengan pemerintahannya ketika Enamullah Samangani, seorang anggota komisi kebudayaan Taliban, membuat komentar pertama tentang pemerintahan di tingkat federal.

“Imarah Islam tidak ingin perempuan menjadi korban,” kata Samangani, menggunakan istilah kelompok itu untuk Afghanistan. “Mereka harus berada dalam struktur pemerintahan menurut hukum Syariah.”

Dia menambahkan bahwa  “Struktur pemerintahan tidak sepenuhnya jelas. Tetapi berdasarkan pengalaman, harus ada kepemimpinan yang sepenuhnya Islami dan semua pihak harus bergabung.”

Pada saat yang sama di tempat terpisah, landasan pacu bandara Kabul dibersihkan. "Kini landasan pacu di bandara Kabul bebas untuk lepas landas dan mendarat lagi", menurut tweet Stefano Pontecorvo, perwakilan NATO di Afghanistan.

Penerbangan yang harus ditangguhkan pada hari Senin di tengah suasana kekacauan di bandara. Kerumunan - yang termasuk staf kedutaan, karyawan lokal, warga negara asing memadatinya. Mereka kebanyakan merasa  takut bahwa Taliban akan memberlakukan aturan represif.

Membludaknya massa tersebut sampai tumpah ke landasan pacu pada hari Senin lalu (16/8). Mereka memadati setiap pesawat yang mendarat dan membuat kedatangan dan keberangkatan tidak mungkin.

Melalui ambar beredar secara online tampak pesawat penuh pengungsi Afghanistan lepas landas setelah para pejabat memutuskan untuk tidak mencoba untuk mencegah mereka keluar. Ada juga laporan tentang orang-orang yang jatuh hingga tewas setelah kehilangan pegangan saat berpegangan pada bagian luar pesawat yang akan berangk

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement