Saudi: 99 Persen Pasien Rawat Inap Belum Vaksinasi Penuh

Rabu , 18 Aug 2021, 13:12 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Otoritas Kesehatan Masyarakat Arab Saudi (Weqaya) mengonfirmasi data lokal yang menunjukkan 99 persen pasien yang dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit di seluruh Saudi adalah mereka yang tidak mengambil dua dosis vaksin Covid-19.

 

Terkait

“Vaksin yang disetujui di Saudi telah terbukti sangat efektif dalam melindungi dari Covid-19 dan komplikasinya. Mereka yang sudah menerima dua dosis vaksin kemungkinan lebih kecil terkena virus dan menyebabkan harus dirawat inap,” kata Weqaya.

Weqaya menekankan pihaknya tengah menindaklanjuti tentang varian virus corona baru, karakteristik dan efektivitas vaksin, serta dampaknya terhadap pengurangan beban dari penyakit di seluruh dunia. Selain itu, mereka juga menindaklanjuti dampak dosis pertama vaksin terhadap penurunan kurva epidemi dan jumlah kasus Covid-19.

Penelitian menunjukkan penyebaran varian Delta sangat cepat dibandingkan varian lain bahkan pada individu yang telah divaksin. Namun, bagi mereka yang sudah divaksin penuh kemungkinan terinfeksi varian Delta hanya dalam presentase kecil dibandingkan orang yang hanya menerima satu dosis vaksin atau tidak menerima vaksin.

Dilansir Saudi Gazette, Rabu (18/8), pihak berwenang mendesak semua orang untuk sepenuhnya menyadari pencapaian vaksinasi penuh dengan mengambil dua dosis vaksin yang disetujui karena dapat melindungi mereka. Weqaya juga mencatat vaksinasi penuh memiliki dampak positif pada kurva epidemi, melestarikan keuntungan nasional dalam mengatasi pandemi, dan mempercepat kembalinya kehidupan normal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini