KH Saleh Lateng, Pejuang Dai dari Blambangan (III)

Jumat , 20 Aug 2021, 23:30 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Ilustrasi Pondok Pesantren
Ilustrasi Pondok Pesantren

IHRAM.CO.ID, Barang kali, nama KH Saleh Lateng tidak sepopuler ulama-ulama Nusantara lainnya yang hidup pada abad ke-20. Hal itu mungkin disebabkan mubaligh kelahiran 7 Maret 1862 M tersebut tidak memiliki pesantren yang eksis hingga kini.

 

Terkait

Kendati demikian, kontribusi ulama asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu untuk Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Wakil Sekretaris Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU Munawir Aziz dalam sebuah tulisannya di laman resmi Nahdlatul Ulama (NU)menjelaskan riwayat kehidupan sang alim.

Baca Juga

Menurut dia, Kiai Saleh merupakan tipikal ulama penggerak.Sosok tersebut berperan strategis dalam mengonsolidasi jaringan ulama-santri, khususnya di Jawa Timur. Mereka tidak hanya berjuang dalam dunia dakwah, tetapi juga jihad demi kedaulatan Indonesia.

Dalam sejarah NU, peran Kiai Saleh tak ubahnya para pendiri jam'iyahtersebut, semisal Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah, atau KH Bisri Syansuri. Bagaimanapun, Aziz menunjukkan, putra Ki Agus Abdul Hadi itu juga turut menggerakkan banyak organisasi di luar NU. Satu contohnya adalah Sarekat Islam (SI).