Lima Tanda Kucing Depresi

Sabtu , 21 Aug 2021, 02:41 WIB Reporter :Rizky Suryarandika/ Redaktur : Esthi Maharani
Pekerja merawat kucing di tempat penitipan hewan
Pekerja merawat kucing di tempat penitipan hewan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sama seperti manusia, kucing juga bisa menderita depresi. Penting untuk mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menangani depresi pada kucing dengan tepat.

 

Terkait

Meskipun biasanya bersifat jangka pendek, depresi pada kucing dapat disalahartikan sebagai ketidakmampuan mereka untuk menghadapi perubahan. Kepala Dokter Hewan klinik Animalia-Welfare & More dari Abu Dhabi, Amer Grizic, mengidentifikasi lima tanda utama depresi pada kucing.

1. Kurangnya aktivitas

Ketika kucing Anda berhenti bermain atau menjadi lebih enggan untuk bergerak, maka mereka mungkin sedang bergulat dengan depresi.

2. Perawatan yang berlebihan atau buruk

Perubahan perawatan dapat menjadi indikator utama depresi pada kucing dan dapat menyebabkan kebotakan atau luka.

3. Bersembunyi

Jika kucing sering bersembunyi, terutama di tempat yang sama, dan menghindar dari makanan dan berinteraksi, itu bisa menjadi tanda utama depresi.

4. Mudah terkejut

Kucing cenderung mudah terkejut secara umum karena cara mereka berevolusi sebagai mekanisme bertahan hidup. Namun, jika kucing lebih pemalu, atau jika mereka mulai mudah terkejut, ini bisa menjadi tanda depresi.

"Ini sebagai tanda utama depresi pada kucing. Ketika kucing sangat gelisah dan akan terkejut dengan gerakan atau suara yang tiba-tiba," kata Grizic dilansir dari Al Arabiya pada Jumat (20/8).

5. Kewaspadaan Tinggi

Kucing adalah makhluk teritorial dan sering kali dapat diintimidasi oleh kucing lain, terutama jika mereka berbagi rumah atau pemilik yang sama.

"Ketika kucing tampak ragu-ragu untuk mendekati pintu kucing, makanan, dan kakus. Ketika mereka berada di lokasi ini, mereka mungkin tampak sangat gugup. Mendesis dan meludah dapat terlihat ketika kucing lain mendekat," ujar Grizic.

Apa yang dapat dilakukan pemilik kucing untuk membantu kucing mengatasi depresi?

Grizic mengatakan kucing perlu diajari bagaimana hidup di tengah manusia. Kucing perlu diajarkan menerima bahwa semua tanda aktivitas manusia adalah normal.

"Pada kucing, periode sosialisasi sensitif utama sangat awal, berlangsung dari sekitar usia dua hingga tujuh minggu. Sebelum memulai terapi perilaku khusus untuk masalah ketakutan, penting untuk memastikan bahwa lingkungan rumah kucing memenuhi kebutuhan kucing," ucap Grizic.

Grizic menambahkan bahwa diagnosis didasarkan pada pengamatan perilaku kucing. Ini berarti ekspresi wajah, postur, atau upaya penghindaran awal mereka di hadapan sesuatu yang menimbulkan ketakutan di dalam diri mereka, dapat dianalisis.

"Tujuannya untuk lebih memahami situasi mental dan perilaku kucing," sebut Grizic.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini