Ibrahim Tinggalkan Keluarga untuk Misi Pembangunan Ka'bah

Senin , 23 Aug 2021, 06:54 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Esthi Maharani
Ratusan Jamaah haji bertawaf mengelilingi Kabah
Ratusan Jamaah haji bertawaf mengelilingi Kabah

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan Hajar yang baru melahirkan Ismail di daerah tak berpenghuni (Makkah). Ternyata perintah ini adalah misi besar yang akan diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim dan putranya Ismail.

 

Terkait

"Tampaknya, Ibrahim memang sengaja diperintahkan oleh Allah untuk pindah ke Makkah guna mengemban misi membangun kembali Ka'bah yang telah runtuh," tulis Dr. M. Sholeh Putuhena dalam bukunya Historiografi Haji Indonesia.

Akhirnya dengan bantuan putranya Ismail, Ibrahim membangun kembali Ka'bah dan meninggikannya dari ukuran semula. Salah satu tempat berdiri Nabi Ibrahim ketika membangun Ka'bah diberi nama makam Ibrahim

"Yang sekarang dibuatkan bangunan khusus dengan jarak 15,40 m dari dinding Ka'bah sebelah timur bangunan itu dinamakan Ka'bah karena bentuknya yang tinggi dan segi empat," katanya

Menurut Dr. M. Sholeh tidak terdapat informasi tentang luas bangunan yang dibangun oleh Ibrahim tersebut. Akan tetapi, karena bangunan ini bersifat sakral kemungkinan ukurannya tidak mengalami perubahan, kecuali atas perintah Allah SWT.

"Akan tetapi, pembangunan Kabah yang juga disebut bait al atiq sesudah Nabi Ibrahim dikerjakan bukan oleh seorang nabi, kemungkinan ukurannya sedikit mengalami perubahan," katanya.

Boleh jadi, kata Dr.M Sholeh bentuk dan ukuran Kabah yang sekarang termasuk unik. Panjang dinding Ka'bah yang ada pintunya berukuran 12 m dengan panjang kedua sisinya, masing-masing 10,1 meter dan tinggi 16 meter. Dan dinding-dinding Ka'bah membujur di sebelah barat-laut, timur-laut, barat-daya dan tenggara.

"Sehingga masing-masing sudutnya mengarah ke empat penjuru mata angin," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini