Senin 23 Aug 2021 15:10 WIB

Layanan UVHC Dibutuhkan Masyarakat di Masa Pandemi

Tim UVHC terdiri dari gabungan lintas fakultas di Unissula.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Kampus Unissula
Foto: Unissula
Kampus Unissula

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Layanan pendampingan dan konseling bagi pasien isolasi mandiri (isoman) Covid-19, Unissula Virtual Home Care (UVHC) sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini.

Di sisi lain, ide-ide atau gagasan pendampingan dan konseling jarak jauh tersebut juga bisa menjadi salah satu ruang bagi kalangan akademisi maupun praktisi kesehatan untuk berperan dalam membantu penanganan Covid-19.

"Ini yang sebenarnya saya tunggu-tunggu dari para akademisi dan praktisi, untuk mendukung pemerintah dalam menangani Covid-19," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada webinar Peran Perguruan Tinggi dalam Pandemi Covid-19 Melalui Layanan UVHC.

Menurut gubernur, terkait dengan layanan konseling dan pendampingan, seperti UVHC yang sudah dilakukan oleh Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), sudah pernah disampaikannya kepada lingkungan kampus.

Karena itu merupakan ide yang bagus dan juga dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi. Khususnya dalam memberikan dukungan mental serta informasi kesehatan yang benar kepada warga isoman Covid-19.

Namun diakui memang belum semuanya (kalangan kampus) bisa melakukan, oleh karena adanya perbedaan ide dan gagasan dalam memberikan dukungan kepada pemerintah, terkait dengan penanganan pandemi Covid-19 di masyarakat.

Program UVHC yang sudah dilakukan Unissula, lanjutnya, bisa menjadi solusi di masyarakat, karena para warga isoman Covid-19 tidak harus berbondong-bondong datang ke rumah sakit. Namun mereka bisa serta mampu menyelesaikan persoalannya sendiri dengan bantuan atau panduan dari dokter, para ahli, bahkan praktisi hanya dari rumah.

"Jadi langkah dari kawan Tim UVHC ini menurut saya bagus untuk mengawali dan mesti didorong lagi. Mudah-mudahan program UVHC ini bisa membantu masyarakat untuk menolong dirinya dari rumah," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut gubernur, informasi seputar program UVHC yang diluncurkan oleh Unissula bisa disebarkan lebih masif lagi agar lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui dan menggunakan.

Ganjar mengatakan selama ini banyak yang sudah membuat program atau aplikasi telemedicine, tetapi dalam penggunaannya tidak terlalu sukses karena tidak banyak diketahui oleh orang banyak.

Di sisi lain, masih ada ratusan bahkan ribuan pasien Covid-19 yang harus dibantu dan diselamatkan dan semuanya tidak harus bertumpu pada peran rumah sakit. Maka gubernur juga mengapresiasi tim UVHC untuk mewujudkan kerja sama denga Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Jateng dalam mendukung langkah penanganan kepada warga isoman Covid-19.

Ia bahkan meminta agar secepatnya tim UVHC berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, khususnya terkait data pasien isoman yang memerlukan bantuan dan panduan dari tenaga kesehatan. Bahkan gubernur juga ingin agar action dari kerja sama itu mulai digas pada awal pekan ini.

Ada berapa isoman yang ada terus dicek satu per satu sebagai upaya proaktif di lapangan. "Kita proaktif lebih dulu dengan menelepon dan menanyakan langsung kepada warga isoman apa problemnya. Lebih baik proaktif di awal karena kalau hanya pasif saja nanti kurang banyak masyarakat yang tahu," ujar gubernur.

Sementara itu, Ketua Tim UVHC, Fitria Indah Janitra, mengatakan program UVHC sudah berjalan satu bulan terakhir. Dalam periode itu setidaknya ada 60 pasien isolasi mandiri yang dilayani melalui UVHC.

"Satu bulan terakhir kami sudah melayani hampir 60 pasien, saat angka kasus Covid-19 meledak di Jateng, untuk membantu dan mendampingi pasien sampai selesai isoman. Alhamdulillah, semuanya saat ini sudah negatif," katanya.

Program UVHC, lanjut dia, juga sudah memiliki web yang terkoneksi dengan web Unissula. Integrasi web tersebut dilakukan untuk memudahkan dan memperluas jaringan UVHC agar bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya.

Nantinya juga akan diperluas dan dikembangkan dengan layanan pada penyakit lain. "Program ini juga mendapat dukungan dari Perhimpunan Dokter Digital Terintegrasi Indonesia," lanjut Fitria.

Ia menyampaikan, tim UVHC terdiri dari gabungan lintas fakultas di Unissula, seperti Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Psikologi, Fakultas Agama Islam, dan lainnya.

Selain itu tim juga mendapat dukungan dari Ikatan Keluarga Alumni Unissula, Rumah Sakit Islam Sultan Agung(RSISA), Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut Sultan Agung, dan Laziz Sultan Agung.

Layanan yang bisa diberikan UVHC bisa berupa konsultasi virtual dengan dokter, pendampingan virtual oleh perawat, konseling spiritual dan psikologis, pendampingan ilmu yang bermanfaat, hingga penyediaan akses obat-obatan.

Semua itu sangat dibutuhkan warga isoman agar dapat melalui proses isolasi dan terapi dengan optimal. “Silakan bagi para isoman bisa bergabung dan mendapatkan layanan pendampingan secara viertual melalui laman https://bit.ly/virtualhomecare,” jelas Fitria.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement