Saudi Izinkan Masuk Ekspatriat

Rabu , 25 Aug 2021, 17:10 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Warga Arab Saudi di bandara.
Warga Arab Saudi di bandara.

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengeluarkan arahan untuk mengizinkan masuk langsung ekspatriat dari negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan. Menurut sumber resmi di kementerian mengatakan pada Selasa (24/8) bahwa ekspatriat tersebut harus sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 penuh.

 

Terkait

Para misi diplomatik serta tokoh masyarakat ekspatriat dan pengusaha menyambut baik keputusan yang ditunggu-tunggu ini. Keputusan baru akan berlaku hanya untuk orang asing yang memiliki izin tinggal yang sah dan meninggalkan Kerajaan dengan visa keluar dan masuk kembali setelah mengambil dua dosis vaksin Covid-19 dari Arab Saudi.

Saat ini, negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan adalah India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Vietnam, Afghanistan, dan Lebanon.

Sumber Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa pihak berwenang telah mengizinkan lebih awal untuk diplomat asing, praktisi kesehatan dan keluarga mereka dari negara-negara yang menghadapi larangan perjalanan dapat memasuki Arab Saudi. Sedangkan segmen lain harus menghabiskan 14 hari karantina di negara ketiga sebelum mereka masuk ke Kerajaan.

Duta Besar Saudi untuk Lebanon, Walid Al-Bukhari mengkonfirmasi menerima arahan dari MOFA untuk mencabut penangguhan perjalanan langsung ke Arab Saudi dari Lebanon, bagi warga negara Lebanon yang menerima dua dosis vaksin virus corona di Kerajaan.

Dia mengatakan bahwa semua tindakan pencegahan yang diadopsi oleh Kerajaan akan berlaku bagi mereka yang kembali ke Kerajaan.

Duta Besar India Dr. Ausaf Sayeed mengatakan bahwa kedutaan telah menerima surat edaran dari Badan Misi Luar Negeri di MOFA di mana dikatakan bahwa otoritas yang kompeten telah mengeluarkan persetujuan untuk mencabut penangguhan masuk langsung ke Kerajaan untuk penduduk, dari negara-negara yang ditangguhkan perjalanannya.

"Hanya penduduk yang telah menerima dua dosis vaksinasi virus corona sebelum keberangkatan mereka dari Kerajaan yang akan menjadi penerima manfaat dari keputusan tersebut, dan bahwa semua tindakan pencegahan akan berlaku untuk mereka," katanya, sambil mengutip surat edaran tersebut.

Sayeed berterima kasih kepada kepemimpinan Saudi yang bijaksana karena telah mengambil langkah besar, dengan mengatakan bahwa perkembangan besar ini akan menguntungkan ribuan ekspatriat yang terdampar di negara itu sejak beberapa bulan.

“Ini adalah keputusan yang sudah lama ditunggu-tunggu. Kami akan melanjutkan upaya konsisten kami untuk masuknya langsung sebagian besar ekspatriat yang telah menerima dua dosis vaksin dari India atau mereka yang mengambil vaksin dosis pertama dari Arab Saudi dan dosis kedua dari India,” katanya dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (25/8).

2,6 juta orang India membentuk hampir sepertiga dari seluruh populasi ekspatriat di Kerajaan.

Kedutaan Besar Pakistan di Riyadh menyambut baik keputusan pemerintah Saudi untuk mengizinkan perjalanan langsung dari Pakistan ke Arab Saudi. Kedutaan berterima kasih kepada kepemimpinan Saudi yang bijaksana atas keputusan besar yang akan menguntungkan ribuan ekspatriat Pakistan.

Konjen RI Eko Hartono juga menyambut baik keputusan Saudi tersebut. “Kami sangat senang menerima arahan dari MOFA terkait pencabutan penangguhan perjalanan. Meskipun keputusan ini hanya akan menguntungkan sebagian kecil masyarakat Indonesia, kami menunggu kabar besar masuknya langsung semua orang Indonesia yang menerima dua dosis vaksin dari negara asal," katanya.

Hartono mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dengan 265 juta penduduk, mampu menahan lonjakan besar kasus virus corona dalam waktu singkat. “Kami telah berhasil menurunkan kasus virus corona dari 50 ribu menjadi kurang dari 10 ribu dalam dua bulan dan jumlah ini akan turun ke minimum dalam beberapa minggu,” tambahnya.

Arab Saudi telah menangguhkan sementara semua penerbangan internasional mulai 15 Maret 2020, menyusul merebaknya pandemi virus corona. Meskipun penangguhan layanan penerbangan internasional dicabut setelah satu tahun pada 17 Mei 2021, itu tidak berlaku untuk 20 negara karena situasi virus corona di negara-negara tersebut.

Perlu dicatat bahwa Kementerian Dalam Negeri mengumumkan penangguhan masuknya ekspatriat dari 20 negara ke Kerajaan sebagai bagian dari langkah-langkah untuk memerangi virus corona, efektif mulai 3 Februari. Langkah itu membebaskan warga negara Saudi, serta diplomat asing, praktisi kesehatan, dan keluarga mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini