Rabu 25 Aug 2021 21:26 WIB

Afghanistan Hadapi Krisis Kemanusiaan Multidimensi

Krisis kemanusiaan di ambang mata masyarakat Afghanistan

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nashih Nashrullah
Krisis kemanusiaan di ambang mata masyarakat Afghanistan. Ilustrasi krisis Afghanistan
Foto: AP/Matthias Schrader
Krisis kemanusiaan di ambang mata masyarakat Afghanistan. Ilustrasi krisis Afghanistan

IHRAM.CO.ID, KABUL - Badan bantuan dunia memperingatkan krisis kemanusiaan yang membayangi Afghanistan di bawah penguasaan baru Taliban, terlebih dengan tenggat waktu evakuasi dari negara yang tengah mengalami ketakutan itu. 

Diplomat dari negara NATO mengatakan, negara tetangga Afghanistan juga harus membuka perbatasan darat untuk memungkinkan lebih banyak orang meninggalkan negara tersebut. 

Baca Juga

"Iran, Pakistan, dan Tajikistan harus menarik lebih banyak orang menggunakan jalur udara atau darat. Jalur udara dan darat yang vital digunakan dengan sangat cepat," kata diplomat yang berbasis di Kabul itu kepada Reuters.

Badan-badan bantuan mengungkapkan kekhawatiran bahwa akan ada risiko kelaparan, penyakit, dan penganiayaan meningkat bagi jutaan orang yang akan ditinggalkan setelah eksodus yang kacau dari bandara Kabul berakhir. 

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan Amerika Serikat (AS) akan menyelesaikan evakuasi pada 31 Agustus, namun membuka peluang untuk memperpanjang tenggat waktu. 

"Badai sempurna datang karena beberapa tahun kekeringan, kemerosotan ekonomi, diperparah Covid-19," ujar Direktur eksekutif Program Pangan Dunia PBB, David Beasley, di Doha.

Dia juga menyerukan masyarakat internasional untuk menyumbang 200 juta dolar AS dalam bentuk bantuan makanan ke Afghanistan. "Jumlah orang yang berbaris menuju kelaparan telah melonjak menjadi 14 juta sekarang," katanya.

Uni Eropa (UE) telah berkomitmen untuk memberikan empat kali lipat bantuan Afghanistan dan sedang mencari koordinasi dengan PBB pada pengiriman serta jaminan keamanan di lapangan. 

Diplomat NATO, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan beberapa kelompok bantuan internasional sangat ingin membawa staf Afghanistan mereka ke negara-negara tetangga.

Kepala hak asasi manusia PBB mengatakan, dia telah menerima laporan yang kredibel tentang pelanggaran serius oleh Taliban di Afghanistan, termasuk "eksekusi singkat" terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Afghanistan yang telah menyerah. Taliban mengatakan akan menyelidiki setiap laporan kekejaman. 

Puluhan ribu warga Afghanistan yang takut akan penganiayaan telah memadati bandara Kabul sejak pengambilalihan Taliban. Mereka berhasil pergi yang sebagian besarnya diatur pemerintah Barat, yang sejauh ini telah mengevakuasi sedikitnya 70 ribu orang. 

Taliban mengatakan semua evakuasi asing dari negara itu harus selesai pada 31 Agustus. Kelompok tersebut juga meminta Amerika Serikat untuk berhenti mendesak warga Afghanistan berbakat untuk meninggalkan negara itu. 

Taliban telah mengimbau kepada orang-orang Afghanistan yang memadati bandara dengan harapan bisa naik pesawat bahwa mereka tidak perlu takut dan harus pulang. "Kami menjamin keamanan mereka," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers di ibu kota, Selasa.   

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement