Sultan Abdul Hamid II Penyeru Persatuan Islam (I)

Kamis , 26 Aug 2021, 20:20 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Sultan Abdul Hamid II
Sultan Abdul Hamid II

IHRAM.CO.ID, Sultan Abdul Hamid II dilahirkan di Istanbul pada 21 September 1842. Nama lengkapnya adalah Abdul Hamid bin Abdul Majid bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Ahmad. Ayahnya adalah Sultan Abdul Madjid dan ibunya adalah Tir-i Mujgan Kadin Efendi yang berasal dari Sirkasia, sebuah wilayah yang terletak di persimpangan Eropa Timur dan Asia Barat di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia.

 

Terkait

Ibunya meninggal saat Sultan Abdul Hamid II masih berusia tujuh tahun. Selepas kepergian ibunya, Abdul Hamid kecil diasuh ibu tirinya yang bernama Pristu Kadin.

Baca Juga

Di lingkungan tempat tinggalnya, Abdul Hamid kecil dianggap sebagai anak yang lemah dan sering jatuh sakit. Hal itu membuat dirinya sekuat tenaga mempelajari segala macam disiplin ilmu untuk menutupi kekurangannya. Di bawah didikan ayahnya secara langsung, ia tumbuh menjadi seorang remaja yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ia sudah mampu mengua sai bermacam bahasa pada usia muda. Di samping itu, ia dikenal senang membaca dan bersyair.

Lambat laun, stigma negatif tentang dirinya yang lemah dan gampang sakit mulai pudar. Masyarakat mulai mengakui keberadaannya sebagai sosok pribadi yang kelak akan menjadi orang nomor satu di Kesultanan Turki Usmani. Penilaian masyarakat di sekitar tempat tinggalnya bukan isapan jempol yang tak memiliki alasan. Sultan Abdul Hamid II dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan peduli sesama.

Ia menjadi khalifah Turki Usmani menggantikan pamannya, Abdul Aziz, yang bergelar Murad VI pada 1876. Pamannya yang berkuasa cukup lama ini diturunkan dari jabatannya sebagai khalifah, kemudian dibunuh oleh pembencinya. Selanjutnya, masa depan Kesultanan Turki Usmani berada di pundak Sultan Abdul Hamid II.

Selama memerintah, sejumlah capaian-capaian mentereng direngkuh Sultan Abdul Hamid II, seperti mendirikan universitas, akademi seni rupa, sekolah keuangan dan pertanian. Selain itu, ia membuka banyak sekolah dasar, sekolah menengah atas, sekolah untuk kaum difabel, juga mendirikan Rumah Sakit Sisli Etfal dengan uangnya sendiri. Dia juga memprakarsai pembangunan jembatan di dua tepi selat Bosphorus serta rel kereta api.