Siswa Arab Saudi Diwajibkan Pakai Aplikasi Tawakkalna

Ahad , 29 Aug 2021, 15:14 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Arab Saudi akan memberlakukan pembelajaran tatap muka. Bendera Arab Saudi
Arab Saudi akan memberlakukan pembelajaran tatap muka. Bendera Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi akan segera melakukan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru kali ini. 

 

Terkait

Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, sebanyak 6 juta siswa yang memulai tahun ajaran mereka, perlu menyatakan status kesehatan mereka melalui aplikasi Tawakkalna. 

Baca Juga

Dalam pertemuan dengan Direktur Pendidikan Regional pada Sabtu (28/8), Menteri Pendidikan Dr Hamad Al-Asheikh mendesak siswa, orang tua dan guru untuk mematuhi protokol dan prosedur kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Otoritas Kesehatan Masyarakat. 

"Tanggung jawab sektor pendidikan adalah untuk perjalanan pendidikan siswa menjadi aman, sehat dan meyakinkan bagi keluarga dan orang tua,” kata Al Asheikh dilansir dari Arab News, Ahad (29/8). 

“Teritama Direktur Pendidikan bertanggung jawab untuk menerapkan prosedur kesehatan dan menindaklanjuti implementasi model operasional,” kata Al Sheikh. 

Sementara itu, Juru Bicara Media Kepolisian Daerah Madinah, Letnan Kolonel Hussain Al Qahtani, mengatakan pihak berwenang menangkap 13 orang karena melanggar aturan isolasi dan karantina setelah mereka dinyatakan positif Covid-19. Tindakan diambil pihak berwenang terhadap 13 orang yang ditangkap itu. 

Hukuman untuk melanggar aturan isolasi termasuk denda hingga 200 ribu riyal Arab Saudi/ 53 ribu dolar AS atau penjara untuk jangka waktu tidak lebih dari dua tahun, atau keduanya. 

Apabila terjadi pelanggaran berulang, hukumannya akan berlipat ganda dan apabila yang melanggar adalah ekspatriat maka dia akan dideportasi dari Kerajaan dan dilarang masuk kembali. 

Kementerian Kesehatan melaporkan 234 kasus baru Covid-19 pada Sabtu. Mereka di antaranya tercatat sebanyak 67 berada di Riyadh, 36 di Makkah dan 41 di Provinsi Timur. 

Total jumlah kasus saat ini adalah 543.796 kasus. Jumlah kasus aktif menurun secara signifikan setelah pengumuman oleh kementerian sebanyak 3.537 total kasus di Kerajaan, termasuk 978 dalam kondisi kritis. 

Ada enam kematian baru terkait Covid-19, sehingga jumlah kematian selama pandemi menjadi 8.526. 

Lebih dari 35,9 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di Kerajaan dengan kecepatan 101,62 dosis per 100 orang.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa 409 pasien telah pulih dari Covid-19, meningkatkan jumlah total pemulihan menjadi 531.733.

 

Sumber: arabnews

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini