Selasa 31 Aug 2021 19:02 WIB

Kiai Miftah, Ulama Tawadhu dari Tegal (II)

Baginya, hidup adalah perjuangan dan pengabdian.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi Pondok Pesantren
Foto: SYAIFUL ARIF/ANTARA FOTO
Ilustrasi Pondok Pesantren

IHRAM.CO.ID, Pengembaraannya yang cukup lama di pesantren Lirboyo membuahkan hasil. Kiai Miftah akhirnya menjadi seorang ulama yang mengamalkan ilmunya. Saat pulang ke kampung halamannya, ia disambut dengan suka cita oleh warga setempat.

Dirinya pun menjadi seorang tokoh panutan masyarakat, khususnya di kawasan Tegal. Setelah pulang ke kampung halamannya di Kajen, Kiai Miftah sempat menikah dengan putri salah satu tokoh Kajen yang bernama Malikha.

Baca Juga

Namun, saat pernikahannya baru berusia tujuh hari, Nyai Malikha berpulang ke rahmatullah. Selama lebih dari setahun, Kiai Miftah hidup menduda. Karena kasihan melihat kondisi sang kiai, mertuanya kemudian menjodohkannya dengan seorang wanita bernama Nyai Hj Umi Kulsum.

Sejak saat itu, ia pun mulai membina keluarga. Di tengah masyarakat pun, perannya kian besar sebagai pembimbing umat.

Awalnya sang istri-lah yang pertama kali mengajarkan Alquran dan qir'aat kepada jamaah. Setelah itu, ada beberapa masyarakat yang mengusulkan agar Kiai Miftah juga ikut mengajar. Dengan begitu, pasangan ini menjadi guru keagamaan bagi masyarakat.

Akhirnya, Kiai Miftah memulai membuka majelis pengajian yang membahas Tafsir Jalalain di rumahnya sendiri. Setelah 10 hari mengajar di rumahnya, lokasi pengajiannya kemudian dipindah ke Masjid Al Rodloh. Demikianlah keadaannya sampai menjelang akhir hidupnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement