Balasan Bagi Orang yang Meninggalkan Maksiat

Jumat , 03 Sep 2021, 13:31 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Taubat
Ilustrasi Taubat

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kemaksiatan adalah perbuatan yang dapat menyebabkan dosa, seperti bermain judi, minum minuman keras, dan perbuatan maksiat lainnya. Bagi orang yang meninggalkan perbuatan-perbuatan tersebut, maka akan mendapat balasannya dan menjadi manusia yang beruntung.

 

Terkait

Hal ini disampaikan oleh seorang sufi besar Abu Hasan asy-Syadzili. Ia adalah pendiri Tarekat Syadziliyah yang lahir di desa Ghumarah, dekat kota Sabtah, daerah Maghreb pada tahun 593 H/1197 M.

Dalam kitabnya yang berjudul Risalah al-Amin, asy-Syadzili menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan maksiat secara zahir, meinggalkan cinta kepada dunia secara batin, dan selalu menjaga anggota tubuhnya dari dosa, maka dia akan diberi tambahan-tambahan kebaikan dari Tuhannya, yaitu bertambahnya ilmu, yakin, dan makrifat.

“Allah akan menyediakan malaikat pernjaga untuknya. Allah akan mengumpulkannya ke dalam  para saksi dan dalam sirr-Nya. Allah akan memegang tangannya untuk menjaga dan memuliakan seluruh urusannya,” ujar asy-Syadzili dikutip dari buku Risalah al-Amin: Wejangan yang Mengantarkan Kita Sampai Kepada-Nya terbitan Turos Pustaka, 2021.

Dia pun menceritakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang meminta wejangan kepadanya. Lalu, asy-Syadzili berkata kepadanya,

“Jangan engkau menjadikan maksiat sebagai tempat tinggal, jangan menjadikan dunia dan cinta kepadanya sebagai ebrhala, tinggalkan hawa nafsu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah karena Dia lah sebaik-baik pelindung dan penolong. Engkau harus mendapatkan hakikat dalam iman dan penyaksian dalam kebaikan,” kata asy-Syadzili.

“Ikatlah semua itu dengan ilmu, maka Engkau akan mendapatkan karunia yang lebih. Pintalah anugerah dari Allah, jangan mengharap apapun, kecuali Allah,” imbuhnya.

Dalam Alqur’an telah ditegaskan bahwa tidak ada Tuhan lain selain Allah.

ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

“Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).” (QS. An-Naml [27]: 63)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini