Rabu 08 Sep 2021 17:28 WIB

Keamanan Data Jadi Tanggung Jawab Bank dan Nasabah

Keamanan semakin maksimal jika dapat dilakukan bersama.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Logo Twitter. Twitter Indonesia berkolaborasi dengan empat ban mengampanyekan edukasi keamanan #DatamuRahasiamu.
Foto: EPA/Andrew Gombert
Logo Twitter. Twitter Indonesia berkolaborasi dengan empat ban mengampanyekan edukasi keamanan #DatamuRahasiamu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Twitter Indonesia berkolaborasi dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, BCA Digital, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengampanyekan edukasi keamanan #DatamuRahasiamu sebagai pencetus pesan keamanan bagi masyarakat. Adapun kerja sama ini bertujuan agar masyarakat semakin waspada terhadap  berbagai modus penipuan. 

Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi mengatakan, edukasi keamanan melalui kegiatan #DatamuRahasiamu semakin maksimal jika dapat dilakukan bersama demi terwujudnya ekosistem perbankan yang aman. BTPN mendukung penuh kegiatan #DatamuRahasiamu dan terus menambah keamanan Jenius agar pemahaman masyarakat mengenai keamanan semakin optimal.

Baca Juga

"Jenius memperkenalkan laman www.jenius.com/pages/jeniusaman yang berisikan informasi keamanan digital terkini," ungkap Irwan, Rabu (8/9).

Head of Marketing & Communication BCA Digital Duardi Prihandiko mengatakan, BCA Digital akan melakukan pendekatan komunikasi yang variatif dan relevan untuk menjangkau masyarakat seluas-luasnya. Sebab, keamanan selalu merupakan isu dua sisi.

"Dari sisi institusi harus punya sistem dan mekanisme yang teruji keamanannya.  Sedangkan dari sisi nasabah juga harus selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial," ucap Duardi.

Senior Executive Vice President Bisnis Digital BNI Rian Eriana Kaslan mengatakan, adanya kampanye itu, pengguna layanan bisa lebih memahami bahwa menjaga dan melindungi data pribadi adalah juga merupakan tanggung jawab personal pengguna layanan. Sehingga pengguna layanan bisa lebih berhati-hati.

Termasuk terhadap upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai petugas bank atau petugas BNI melalui telepon, chat platform, faks atau email, yang menanyakan data pribadi, termasuk password, MPIN, PIN, atau OTP.

"Kami sebagai pihak bank juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan data rahasia nasabah, salah satu bentuknya edukasi kepada nasabah terkait bahaya dari kejahatan siber," ucap Rian.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement