Syekh Abdurrahman Al-Khalidi, Cahaya dari Batuhampar (II)

Kamis , 09 Sep 2021, 18:47 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Surau tua (ilustrasi).
Surau tua (ilustrasi).

IHRAM.CO.ID, Bila ditotal, masa yang ditempuh Syekh Abdurrahman dalam mengadakan rihlah keilmuan ialah 48 tahun. Setelah nyaris setengah abad menghabiskan usia dalam tholabul `ilmi, ia akhirnya pulang ke kampung halaman. Saat itu, usianya sudah mencapai 63 tahun.

 

Terkait

Satu hal yang merisaukannya, Batuhampar kala itu masih jauh dari akhlak Islam. Banyak penduduk setempat yang sering berbuat maksiat secara terang- terangan. Para pria gemar berjudi dan meminum minuman keras. Hampir setiap pekan, mereka menggelar sabung ayam sebagai ajang taruhan.

Baca Juga

Sebagai seorang alim, hatinya tergerak untuk membina umat. Ingin rasanya melihat masjid kembali ramai dan makmur. Dalam berdakwah, Syekh Abdurrahman melakukan pendekatan secara bertahap. Sikap ramah dan pemurah menjadi langkah awal baginya untuk mendekati masyarakat.

Berbagai lapisan sosial dirangkulnya, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dirinya tidak membeda-bedakan perlakuan antara, umpamanya, para penjudi dan petinggi adat. Mereka diajaknya untuk meramaikan masjid.

Syekh Abdurrahman menjalankan misi dakwah nya dengan lembut. Ia tak pernah keras dalam menanamkan nilai-nilai Islam. Sebaliknya, syiar Islam disampaikannya dengan sopan santun.Alhasil, orang-orang yang diajaknya untuk berbuat baik tak merasa sedang digurui.