BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Konsumer Tumbuh 12 Persen

Sabtu , 11 Sep 2021, 15:58 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Esthi Maharani
BCA
BCA

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menargetkan pertumbuhan pembiayaan konsumer dua digit hingga akhir 2021. Direktur BCA Syariah Pranata menyampaikan sampai dengan Agustus 2021, pembiayaan konsumer BCA Syariah meningkat 7,9 persen dibandingkan Agustus 2020 (yoy).

 

Terkait

"Target pada akhir tahun 2021, pembiayaan konsumer BCA Syariah secara keseluruhan mampu meningkat sebesar 12 persen (yoy)," katanya dalam keterangan pers, Sabtu (11/9).

Komposisi pembiayaan konsumer di BCA Syariah saat ini didominasi oleh pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) yaitu 51,5 persen dari total pembiayaan konsumer. Salah satu cara meningkatkan portofolio tersebut adalah dengan menawarkan produk KPR iB dalam KPR BCA Onlinexpo.

BCA Syariah di KPR BCA Onlinexpo menawarkan solusi pembiayaan kepemilikan rumah menggunakan akad murabahah atau jual beli. Pilihan margin kompetitif sesuai kebutuhan nasabah, seperti margin berjenjang mulai dari 4,5 persen fix tiga tahun pertama atau 8,5 persen fix sampai dengan 20 tahun pembiayaan.

Pranata menyampaikan keunggulan dari KPR iB BCA Syariah, selain angsuran ringan selama jangka waktu pembiayaan, jangka waktu yang panjang sampai dengan 30 tahun, juga ada pilihan akad yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Pemilihan akad diantaranya murabahah, musyarakah mutanaqishah (MMQ) atau Ijarah Muntahiya Bi at-Tamlik (IMBT). Jangka waktu sampai 30 tahun memungkinkan calon nasabah milenial untuk memiliki rumah idaman.

Tahun 2021, BCA Syariah memasang target konservatif dengan target pertumbuhan aset pada 2021 sebesar 5-10 persen. Begitu juga dengan pendapatan. Sementara target pembiayaan dan DPK di kisaran 3-8 persen.

BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp 5,9 triliun pada semester I 2021. Angka itu tumbuh 3,47 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 5,7 triliun.

Pertumbuhan aset BCA Syariah tercatat sebesar 14,3 persen (yoy) menjasi sebesar Rp 9,7 triliun (yoy). Pertumbuhan aset ini ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), per Juni 2021 sebesar Rp 6,8 triliun atau meningkat 13,2 persen (yoy).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini