Pakistan: Dunia Berhati-Hati Terhadap Pemerintahan Taliban

Sabtu , 11 Sep 2021, 23:05 WIB Reporter :Rizky Jaramaya/ Redaktur : Esthi Maharani
 Pasukan Taliban berjaga di pos pemeriksaan pinggir jalan di Kabul, Afghanistan, Kamis (9/10/2021). Taliban menuntut penghapusan para pemimpinnya dari daftar hitam PBB dan AS, dan mengkritik komentar tidak baik yang dibuat terhadap anggota pemerintah baru di Afghanistan.
Pasukan Taliban berjaga di pos pemeriksaan pinggir jalan di Kabul, Afghanistan, Kamis (9/10/2021). Taliban menuntut penghapusan para pemimpinnya dari daftar hitam PBB dan AS, dan mengkritik komentar tidak baik yang dibuat terhadap anggota pemerintah baru di Afghanistan.

IHRAM.CO.ID, ISLAMABAD -- Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan, komunitas internasional telah menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Taliban. Namun mereka cenderung bersikap hati-hati.

 

Terkait

"Ada pengakuan atas realitas baru (di Afghanistan). Ada keinginan untuk ikut terlibat. Tapi mereka tidak terburu-buru. Mereka menganati, menunggu, dan melihat peristiwa yang sedang berlangsung di Afghanistan, serta tetap membuka pikiran mereka,” kata Qureshi, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (11/9).

Qureshi menekankan bahwa, dunia harus mengakui realitas baru di Afghanistan.  Dia memperingatkan, mengisolasi tidak akan membantu Afghanistan, kawasan, atau dunia.

Qureshi mendesak masyarakat internasional untuk fokus pada pencegahan krisis kemanusiaan di Afghanistan. Dia juga menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk melepaskan aset Afghanistan yang dibekukan, setelah Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus.

"Keruntuhan ekonomi di Afghanistan tidak akan menguntungkan siapa pun," ujar Qureshi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan, Spanyol dan Uni Eropa perlu berkoordinasi dengan Pakistan dalam masalah Afghanistan. Dia menyebut Islamabad sebagai mitra yang sangat penting bagi Uni Eropa.

“Kami mengakui pengetahuan dan pengaruh yang dimiliki Pakistan atas Afghanistan. Kami ingin bekerja sama dengan Pakistan dan mencoba membentuk masa depan terbaik untuk Afghanistan,” ujar Albares.

Albares menegaskan, Spanyol tidak akan meninggalkan Afghanistan dan rakyatnya sendirian pada saat mereka membutuhkan. Spanyol ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan, jika kondisinya memungkinkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini