Senin 13 Sep 2021 20:34 WIB

Zakat dan Wakaf Potensi Membantu negara Entaskan Kemiskinan

Kemiskinan bisa dientaskan dengan zakat dan wakaf.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Zakat dan Wakaf Potensi Membantu negara Entaskan Kemiskinan. Foto: Ilustrasi Wakaf / Wakaf Produktif
Foto: Republika/Prayogi
Zakat dan Wakaf Potensi Membantu negara Entaskan Kemiskinan. Foto: Ilustrasi Wakaf / Wakaf Produktif

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG-- Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, mengatakan zakat dan wakaf merupakan dua konsep dalam ajaran Islam yang bisa membantu negara untuk mengentaskan kemiskinan. Menurut dia, dua konsep tersebut juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Potensi zakat sudah tergali meskipun belum maksimal. Baznas kota Padang dan baznas provinsi mengelola anggaran sampai lebih dari 20 miliar dari zakat. Program yang dilakukan menyentuh masyarakat. Sekarang kita perlu menggali potensi wakaf," kata Mahyeldi, Senin (13/9).

Baca Juga

Ia menyebut potensi wakaf jauh lebih besar dibandingkan dengan zakat sehingga pemanfaatannya untuk kepentingan sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat juga akan lebih besar.

Mahyeldi mencontohkan yayasan waqaf Al Azhar di Mesir yang memiliki aset yang luar biasa sehingga negaranya pernah meminjam pada yayasan ini. Demikian juga dengan Yayasan Gontor yang mampu memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat karena memiliki basis pengelolaan dana yang kuat dari waqaf.

Menurut Mahyeldi, negara juga sudah melirik potensi ini sehingga meluncurkan program wakaf uang untuk menghimpun dana dari umat islam untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara.

Beberapa nagari di Sumatra Barat juga sudah mengelola potensi ini dengan menghimpun dana wakaf dari masyarakat serta dari perantau yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Nagari baik di bidang ekonomi maupun pendidikan.

"Karena itu kami sangat mengapresiasi program wakaf 2000 yang diinisiasi oleh jamaah Masjid Ikhwatun yang diharapkan juga bisa berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian, agenda sosial dan pendidikan masyarakat setempat," ujar Mahyeldi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement