Ustadz Abdullah Said, Sang Pejuang Dakwah (III-Habis)

Selasa , 14 Sep 2021, 08:40 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
BMH memberikan beasiswa kepada santri tahfidz berprestasi di Pondok Pesantren tahfidz Hidayatullah Liang, Maluku, Selasa (7/9).
BMH memberikan beasiswa kepada santri tahfidz berprestasi di Pondok Pesantren tahfidz Hidayatullah Liang, Maluku, Selasa (7/9).

IHRAM.CO.ID, Sejak 1970-an, Ustaz Abdullah Said alias Muhsin Kahar telah cukup sukses dalam menghadirkan kaderisasi dai. Terlebih lagi, dirinya pada masa itu mulai mendirikan Pesantren Hidayatullah--yang di kemudian hari bertransformasi menjadi sebuah organisasi masyarakat (ormas) Islam.

 

Terkait

Kawasan Gunung Tembak, Kalimantan Timur, yang semula hanya tanah semak belukar, diubahnya menjadi cahaya peradaban. Dari sanalah, para pemuda Muslim dididik dan ditempa agar menjadi mubaligh yang andal. Keandalan itu tidak hanya pada aspek ilmu dan kognitif, tetapi juga mental dan akhlak.

Salah satu target Ustaz Abdullah ialah menyebarkan syiar Islam seluas-luasnya, termasuk ke daerah-daerah perdalaman di Tanah Air. Hal itu mulai terwujud sejak tahun 1975. Para pemuda yang lulus kaderisasi di Gunung Tembak, lalu dikirim ke banyak kawasan yang kini diistilahkan sebagai 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Banyak di antara para dai perintis itu yang masih terbilang muda.Usianya belum menginjak kepala dua.

Dalam setiap momen pelepasan dai ke daerah 3T, Ustaz Abdullah Said selalu memberikan nasihat. Misalnya, para mubaligh itu hendaknya selalu menautkan hati dan pikiran kepada Allah SWT. Dengan begitu, lelahnya mereka insya Allah menjadi ibadah.

Baca sebelumnya: Ustadz Abdullah Said, Sang Penjuang Dakwah I

                         Ustadz Abdullah Said, Sang Pejuang Dakwah II