Wabah Demam Berdarah di India Tewaskan Puluhan Orang

Selasa , 14 Sep 2021, 19:10 WIB Reporter :Haura Hafizhah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Negara bagian India Uttar Pradesh kampanya lawan demam berdarah. Nyamuk demam berdarah ilustrasi.
Negara bagian India Uttar Pradesh kampanya lawan demam berdarah. Nyamuk demam berdarah ilustrasi.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Wabah demam berdarah diduga menewaskan puluhan orang di negara bagian Uttar Pradesh di India utara sejak awal September. 

 

Terkait

Sehingga dalam hal ini mereka meluncurkan kampanye untuk menghancurkan tempat berkembang biak nyamuk. 

Baca Juga

Kepala Petugas Medis di Firozabad, Dinesh Kumar Premi, mengatakan distrik yang paling terkena dampak di negara bagian terpadat di negara itu ada 58 orang banyak dari mereka anak-anak dan ada yang meninggal. 

Hal ini meningkatkan kekhawatiran kalau Uttar Pradesh ada di  tengah wabah demam berdarah terburuk dalam beberapa tahun. 

"Kami mengambil tindakan pencegahan dan 95 posko kesehatan di seluruh kabupaten telah beroperasi untuk menahan penyebaran demam ini,” kata dia dikutip dari Aljazirah pada Selasa (14/9). 

Dia melanjutkan banyak anak-anak mungkin telah meninggal karena orang tua mereka yang miskin pertama kali membawa mereka ke praktisi medis palsu atau dukun sebelum kondisi mereka memburuk. 

"Sementara demam berdarah yang ditularkan nyamuk diduga menjadi penyebab wabah demam virus mematikan di Uttar Pradesh, penyakit ini telah dikonfirmasi sebagai penyebab kematian hanya dalam tiga kasus. Tetapi audit sedang dilakukan untuk menentukan apakah itu yang harus disalahkan," kata dia.  

Pihak berwenang di Firozabad telah membentuk tim untuk memeriksa rumah tangga untuk genangan air'dan mengasapi daerah yang berisiko, sementara mereka juga telah melepaskan ribuan Gambusianatau ikan nyamuk ke badan air untuk memakan jentik nyamuk. 

Kematian akibat demam berdarah secara nasional turun ke level terendah dalam beberapa tahun yaitu 56 tahun lalu.  Uttar Pradesh, rumah bagi hampir 220 juta orang, melaporkan 42 kematian akibat demam berdarah pada 2016 tertinggi sejak 2015. 

 

Sumber : aljazirah 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini