5 Cara Koreksi Diri Menurut Al-Ghazali

Rabu , 15 Sep 2021, 07:35 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam / Redaktur : Agung Sasongko
Umat Islam berdoa usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/8/2021). Pengurus Masjid Istiqlal kembali membuka pelaksanaan ibadah shalat Jumat setelah ditutup selama masa PPKM Darurat hingga masa perpanjangan saat ini dengan ketentuan jumlah jamaah dibatasi sebanyak 25 persen dari kapasitas masjid dan jamaah wajib menunjukkan kartu vaksin.
Umat Islam berdoa usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/8/2021). Pengurus Masjid Istiqlal kembali membuka pelaksanaan ibadah shalat Jumat setelah ditutup selama masa PPKM Darurat hingga masa perpanjangan saat ini dengan ketentuan jumlah jamaah dibatasi sebanyak 25 persen dari kapasitas masjid dan jamaah wajib menunjukkan kartu vaksin.

Pendapat guru

 

Terkait

Menurut Ali Jum'ah, cara pertama untuk mengetahui kekurangan diri adalah meminta pendapat dari guru. Duduklah bersama guru dan minta pendapatnya  tentang diri kita. Duduklah bersama guru yang alim dan sering membimbing kita. Guru adalah penasehat yang jujur dan akan memberi masukan saat dibutuhkan.

Pendapat sahabat

Cara lainnya adalah meminta pendapat dari sahabat dekat. Dalam bahasa arab,  kata teman disebut dengan "sodiq", karena teman adalah orang yang berbicara jujur kepadamu seberapa pahit pun rasanya. 

Kata sodiq atau teman ini sesuai dengan pepatah Arab yang menyebut, "temanmu adalah yang berkata benar kepadamu, bukan yang membenar-benarkan kamu. 

Muhasabah diri

Cara ketiga dari untuk mengetahui kekurangan diri adalah dengan metode perenungan atau muhasabah. Dengan berpikir secara mendalam tentang diri ini seseorang akan menyadari Kekurangannya.

Pendapat musuh

Metode keempat adalah dengan mendengarkan pendapat musuh tentang diri kita. Seperti diketahui, musuh adalah orang yang selalu mencari kesalahan orang yang dia lawan. 

Melihat lingkungannya

Cara kelima adalah dengan melihat lingkungan masyarakat atau komunitas yang diempati. Nabi menyebut orang mukmin bagaikan cermin bagi mukmin lainnya. Sehingga baik atau buruknya seseorang bisa dilihat dari lingkungan yang orang-orang ini jalani. Akhaledi kurnialam