Wapres: Pengembangan Wisata Halal Terkendala Literasi

Rabu , 15 Sep 2021, 12:45 WIB Reporter :Fauziah Mursid/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi Wisata Halal. (Republika/Mardiah)
Ilustrasi Wisata Halal. (Republika/Mardiah)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar literasi masyarakat tentang konsep wisata halal ditingkatkan. Wapres menilai, upaya ini dilakukan untuk mengembangkan wisata halal di Indonesia.

 

Terkait

"Dalam implementasinya, pengembangan wisata halal masih terkendala oleh masih rendahnya literasi masyarakat," ujar Wapres saat membuka acara Hybrid Event Leaders Summit Asia-Global Tourism Forum (GTF) 2021 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/9)

Wapres mengatakan, bagi Indonesia, konsep wisata halal berarti pemenuhan fasilitas layanan halal yang ramah bagi wisatawan muslim (moslem friendly tourism) di destinasi wisata. Fasilitas antara lain, mulai dari akomodasi, restoran atau makanan halal, tempat ibadah yang memadai, serta fasilitas layanan halal lainnya. Pemerintah kata Wapres menilai perlunya penerapan konsep wisata halal tersebut.

"Upaya ini dimaksudkan untuk mendukung agar Indonesia menjadi leader dalam global halal tourism sekaligus untuk meningkatkan minat wisatawan muslim dunia datang ke Indonesia," ujarnya.

Apalagi, kata Wapres, tren wisata dunia saat ini diwarnai dengan meningkatnya jumlah destinasi wisata halal di berbagai negara, tidak saja di negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Hal ini didorong oleh meningkatnya jumlah pelancong muslim khususnya dari negara-negara Timur Tengah.

Kemudian lanjut Wapres, ditambah perubahan tren pariwisata masyarakat pascapandemi yang mengutamakan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian (4K).

"Sejalan dengan tren dunia dalam mengembangkan 4K, maka wisata halal pun mengembangkan konsep pemenuhan aspek kebersihan, kenyamanan, dan kesesuaian dengan tuntunan agama," katanya

Dalam penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di masa pandemi ini, pemerintah Indonesia telah menetapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). Protokol kesehatan berbasis CHSE menjadi standar penyiapan destinasi wisata.

"Untuk itu, diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, serta para wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk berdisiplin secara ketat melaksanakan protokol kesehatan CHSE," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini