Dua Syarat Wukuf Menurut Pendapat Quraish Shihab

Kamis , 16 Sep 2021, 16:30 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Wukuf di Arafah adalah inti atau rukun utama haji. Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)
Wukuf di Arafah adalah inti atau rukun utama haji. Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA— Wukuf di arafah menjadi rangkaian paling utama dalam haji yang tak boleh ditinggalkan karena statusnya wajib. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

 

Terkait

 الحج عرفة  "Inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah.” ( Abu Dawud, At Tirmidzi dan para perawi lainnya). 

Baca Juga

Prof Quraish Shihab mengatakan, ada dua syarat bagi sahnya Wukuf, yaitu pertama terlaksana wukuf di wilayah Arafah. 

Kedua yang melaksanakannya adalah seorang calon haji yang sah, yakni Muslim, berakal, dan berpakaian ihram. 

"Waktu wukuf bermula dari saat tergelincirnya matahari," tulis Prof Quraish Shihab dalam bukunya "Haji dan Umroh bersama Quraish Shihab." 

Waktu wukuf juga bisa dihitung ketika masuknya waktu Zuhur 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar hari berikutnya. Calon jamaah haji yang berada di Arafah pada masa itu, walau sekejap atau dalam kaadaan tertidur  berjual beli atau bermain, atau tidak mengetahui bahwa lokasi itu Arafah, maka wukuf nya dari segi hukum dinilai sah. "Walaupun tentunya tidak sesuai dengan tujuan wukuf yang baik," katanya. 

Melaksanakan wukuf tidak harus di kemah yang disediakan. Akan tetapi di manapun selama lokasi tersebut tidak keluar dari wilayah Arafa yang luasnya lebih kurang 10,4 km persegi.     

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini