Jumat 17 Sep 2021 14:29 WIB

Naskah Kuno Astronom Muslim Bangkitkan Warisan Uzbekistan

Astronomi sebagai bagian dari warisan budaya Uzbekistan

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Esthi Maharani
Fenomena Blue Moon
Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Fenomena Blue Moon

IHRAM.CO.ID, TASHKENT – Uzbekistan memiliki warisan budaya yang kaya dan tersebar di seluruh dunia. Acara terbaru Warisan Budaya Uzbekistan di Koleksi Dunia mengumpulkan 350 ilmuwan dari seluruh dunia.

Dalam acara tersebut, dipamerkan beberapa penemuan kuno, seperti salinan faksimili asli pertama dari manuskrip Images of the Fixed Stars atau Gambar dari Bintang Tetap. Buku tersebut adalah karya salah seorang astronom Muslim terkenal di sepanjang abad bernama Abd al-Rahman al-Sufi. Dia mendapat perintah khusus dari Mirzo Ulugbek, dari Dinasti Timurid yang juga merupakan astronom dan matematikawan.

Naskah kuno yang kini telah diubah menjadi sebuah buku, memiliki makna sejarah karena beberapa hal. Itu adalah bukti hidup dari pesona alam semesta yang telah berusia berabad-abad, zaman keemasan ilmu pengetahuan Islam, dan kunonya tradisi Arab di dunia astronomi.

Buku ini dipuji sebagai mahakarya seni Asia Tengah yang memiliki 74 miniatur rasi bintang yang memukau. Selain itu, buku ini juga menandai tren di mana manuskrip bergambar semakin banyak diproduksi dan merupakan salah satu risalah tertua yang bertahan. Naskah yang ada berisi ilustrasi miniatur yang menggambarkan sultan dalam bentuk konstelasi Cepheus.

Di luar nilai artistiknya, buku ini memiliki kepentingan ilmiah yang sangat besar. Karya tersebut yang berisi 48 rasi bintang yang dikenal sebagai Bintang Tetap, didasarkan pada pengetahuan tentang bintang-bintang yang ditransmisikan oleh orang-orang Yunani dan mencakup prinsip-prinsip astronomi Arab kuno untuk pertama kalinya.

Dikutip Euro News, Jumat (17/9), karya al-Sufi tentang bintang tetap didasarkan pada Almagest oleh Ptolemy tapi ia mengoreksi berbagai pernyataan dan melengkapinya dengan kesimpulan empirisnya. Dia mengambil semua nama bintang yang disebutkan dalam katalog bintang Ptolemy dan menggabungkannya dengan yang disebutkan dalam literatur Arab.

Dalam pengamatannya, al-Sufi menambahkan deskripsi dan ilustrasi paling awal yang diketahui tentang Galaksi Andromeda dan juga penyebutan Awan Magellan Besar pertama yang tercatat, selain Bima Sakti yang diamati dari planet Bumi.

Dalam buku astronom, semua tokoh mitologis yang mewakili rasi bintang digambarkan seperti yang terlihat di langit tapi juga seperti yang terlihat dari luar angkasa. Berkat ini, karyanya berfungsi selama berabad-abad sebagai panduan paling penting untuk bintang-bintang baik di dunia Islam dan juga Kristen.

Sayangnya naskah asli untuk buku Gambar Bintang Tetap tidak bertahan. Namun, berkat tradisi naskah Islam, karya al-Sufi tetap hidup dalam salinan yang dibuat setelahnya. Versi faksimili kontemporer yang dipresentasikan di Warisan Budaya Uzbekistan di Koleksi Dunia adalah hasil dari tujuan Uzbekistan untuk menggunakan teknologi ilmiah canggih dalam pelestarian pameran dan manuskrip sejarah.

Puluhan buku lain yang didedikasikan untuk karya Uzbekistan telah diterbitkan sebagai bagian dari inisiatif tersebut. Ada semacam pekerjaan dalam proses digitalisasi dan publikasi salinan faksimili dari karya-karya luar biasa yang disimpan di perpustakaan di seluruh dunia.

Perwakilan UNESCO telah memuji Uzbekistan atas inisiatifnya untuk melestarikan warisan sejarah dan budaya yang kaya dari negara tersebut. Wakil Direktur Jenderal Kebudayaan UNESCO Renato Ramírez mengatakan dalam hal ini Uzbekistan adalah contoh bagi banyak negara. Penelitian merupakan cara untuk mentransfer pengetahuan akademis kepada generasi muda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement