Toleransi Beragama di Desa Wisata Majapahit Bejijong

Sabtu , 18 Sep 2021, 05:49 WIB Reporter :Ronggo Astungkoro/ Redaktur : Esthi Maharani
Seorang warga duduk di pelataran rumah bergaya arsitektur Majapahit di Desa Bejijong, Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (10/3).
Seorang warga duduk di pelataran rumah bergaya arsitektur Majapahit di Desa Bejijong, Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (10/3).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Desa Wisata Majapahit Bejijong yang berada Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masuk ke dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Desa tersebut mengandalkan daya tarik berupa wisata budaya peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

 

Terkait

“Wisata budaya, kearifan lokal, dan toleransi beragama di sini sangat kuat. Masyarakat di sini 95 persen beragama Islam, namun ada vihara di tengah-tengahnya yang saling berdampingan, harmonis, dan saling support. Ini menjadi nilai luhur gotong royong bangsa kita yang harus tetap kita jaga,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam siaran pers, Jumat (17/9).

Sandiaga menjelaskan, kearifan lokal dan potensi budaya memiliki nilai yang baik untuk dikembangkan. Selain itu, dia juga mendorong penguatan desa-desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata nasional sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Salah satunya melalui penguatan atraksi berbasis narasi (storynomic tourism) sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” kata Sandiaga.

Di desa yang berlokasi di bekas jantung ibu kota Kerajaan Majapahit itu juga terdapat beberapa patung Budha yang tersebar di area Maha Vihara Majapahit, miniatur Candi Borobudur, dan pohon Maja berbuah lebat yang merupakan asal usul kerajaan Majapahit serta rumah para biksu yang menetap di sekitarnya.

Patung Buddha Tidur tersebut kini menjadi salah satu ikon wisata Mojokerto. Patung Buddha Gautama itu memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, serta tinggi 4,5 meter. Patung ini menjadi patung Buddha terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di Asia setelah Thailand.

Ke depan, Desa Wisata Bejijong rencananya akan dilengkapi 200 homestay berbentuk bangunan Majapahit, di mana saat ini yang sudah siap ada 30 unit homestay. Selain peningkatan sarana dan prasarana, Sandiaga juga mendorong peningkatan keterampilan masyarakat khususnya produk ekonomi kreatif agar memiliki nilai jual yang tinggi.

“Kami mendorong Kampung Majapahit Bejijong agar meningkatkan produk-produk wisata yang sudah baik seperti edukasi sejarah, religi, dan kuliner yang ada di desa wisata ini. Serta penyiapan SDM sehingga saat wisatawan datang nanti, desa wisata ini sudah siap menerima wisatawan dari berbagai penjuru nusantara bahkan dunia,” kata Menparekraf.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini