Komunitas Muslim California Gelar Lokakarta Kesehatan Mental

Sabtu , 18 Sep 2021, 05:05 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Ilustrasi kesehatan mental
Ilustrasi kesehatan mental

IHRAM.CO.ID, WASHINGTON -- Islamic Center of Northridge, California menyelenggarakan lokakarya kesehatan mental untuk membantu masyarakat mengatasi tantangan hidup. Loka Karya ini dilakukan untuk mencari solusi dan menentang stigma yang melekat pada masalah kesehatan mental muslim di AS.

 

Terkait

Muslim di AS menurut laporan sebuah studi, mengalami dua kali lebih mungkin untuk melakukan percobaan bunuh diri, dibandingkan mereka yang beragama lain. Ini meningkatkan kekhawatiran di kalangan Muslim.

Peristiwa itu terjadi ketika AS menandai peringatan 20 tahun serangan 9/11, yang menyebabkan peningkatan besar dalam kejahatan rasial. Juga kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan telah membuka luka lama dan menyebabkan kecemasan besar bagi warga Afghanistan-Amerika.

"Kembalinya Taliban, itu semacam membuka kembali luka lama di komunitas kita. Peringatan 9/11 begitu dekat dengan Taliban yang kembali berkuasa, orang-orang masih banyak mengingatnya,” kata Ibrahim Qureshi, seorang imam di Islamic Center of Northridge, Patch.com melaporkan.

"Sudah lama, dan terkadang Anda kehilangan fokus mengapa sesuatu terjadi. Ini merupakan kesempatan bagi kami untuk kembali dan membantu orang menghubungkan titik-titik dan menyusun proses pemikiran mereka sendiri," sambungnya dilansir dari About Islam, Jumat (17/9).

Studi mengejutkan tentang muslim AS yang bunuh diri muncul di jurnal JAMA Network American Medial Association pada September lalu.  

Qureshi mengaku tidak terkejut dengan penelitian ini karena dia telah menyelenggarakan lokakarya kesehatan mental selama bertahun-tahun untuk membantu mendidik komunitasnya terkait ancaman itu.

“Itu selalu ada, orang tidak pernah mendiagnosisnya. Itu selalu menjadi masalah. Tapi sekarang orang lebih nyaman untuk maju dan membicarakannya, dibandingkan di masa lalu di mana orang merasa jika mereka menganggap diri mereka seorang Muslim yang baik, mereka memilih berdiam diri,” kata Qureshi.

“Tapi stigma itu (mulai) terhapus dan perlahan-lahan memudar. Orang-orang semakin maju," tambah Qureshi.

Allah berfirman, "Jika seseorang menyelamatkan satu nyawa, maka seolah-olah dia menyelamatkan nyawa seluruh umat manusia.” (QS. 5:32)

Menurut National Institute of Mental Health, bunuh diri adalah penyebab kematian ke-2 di kalangan pemuda berusia 10-34 tahun. Umat Islam sendiri memandang bunuh diri sebagai jalan memangkas hadiah hidup yang telah Allah berikan.

Alquran mengatakan untuk percaya kepada Tuhan, memiliki iman dalam rahmat Tuhan, memiliki kesabaran, dan tidak menghancurkan kehidupan.

Muslim juga percaya bahwa semua orang saling bergantung. Mengambil kehidupan secara tidak adil, baik itu kepada diri sendiri, orang lain, sama saja dengan mengambil nyawa seluruh umat manusia. Demikian juga, menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini