Muslim Wisconsin Promosikan Narasi Baru Sejak 9/11

Senin , 20 Sep 2021, 17:50 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Agung Sasongko
Muslim Amerika
Muslim Amerika

Perempuan yang juga pendiri Wisconsin Muslim Civic Alliance ini menyadari, jika Muslim tidak menyajikan narasi sesuai sudut pandangnya, maka ada cukup banyak orang di luar sana yang tidak menyukai mereka yang lebih memilih untuk membuat narasi yang mereka inginkan.

 

Terkait

Ketakutan menjadi emosi yang segera terasa mendominasi setelah serangan 11 September 2001. Orang Amerika di mana-mana khawatir tentang di mana dan kapan serangan berikutnya akan terjadi, serta apakah komunitas mereka bisa menjadi sasaran. Di atas kekhawatiran itu, Muslim Amerika khawatir dikambinghitamkan secara individu karena iman dan penampilan mereka.

Salah satu anggota 'Islamic Society of Milwaukee', Imam Ameer Hamzah, mengingat banyak orang merasa takut, termasuk di komunitas Muslim imigrannya sendiri.

Tepat setelah 9/11, ada banyak cerita tentang orang-orang yang memotong janggut, melepas jilbab, bahkan menyingkat nama menjadi Mo atau Sal. Cerita-cerita seperti itu berat dan melelahkan.

"Ada sentimen di antara komunitas Desi (Asia Selatan) kami, dimana beranggapan untuk diam dan jangan terlalu memaksakan diri. Ini adalah ketakutan yang konstan. Misalnya, saat saya sedang memberikan ceramah di masjid, ayah saya akan memberi tahu saya berkali-kali untuk tidak memberikan khutbah politik," kata dia.