Agar Bisa Umroh Lagi, Menag Diminta Lobi Arab Saudi

Selasa , 21 Sep 2021, 21:30 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Agar Bisa Umroh Lagi, Menag Diminta Lobi Arab Saudi. Foto:   Umroh masa pandemi
Agar Bisa Umroh Lagi, Menag Diminta Lobi Arab Saudi. Foto: Umroh masa pandemi

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum AMPHURI Firman M Nur meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terlibat langsung dalam agenda diplomasi dengan Arab Saudi terkait umroh. Menurutnya Menag Yaqut dibutuhkan untuk bisa menjanjikan kedatangan Presiden Jokowi menemui Raja Salman dan meminta Umroh segera dibuka.

 

Terkait

"Kita berharap hadirnya Menteri Agama ke Saudi Arabia lebih mendekatkan hubungan diplomatik yang sudah baik antara RI dan Saudi," kata Firman, Senin (21/9).

Baca Juga

Firman berharap, kedatangan Menteri Agama Yaqut ke Arab Saudi dapat mempertemukan kembali Presiden RI Jokowi dengan Raja Salman yang kali ini membahas masalah umroh. Dengan sistem kerajaan ini, semua hal tergantung pada bagaimana cara pendekatan Indonesia terhadap Arab Saudi.

"Tentukan ke depan hubungan kita akan semakin kuat. Insya Allah," katanya.

Selain itu Firman berharap, asosiasi dilibatkan ketika rombongan Kemenag jadi melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Tujuannya agar ketika ada kebijakan yang menyangkut dengan penyelenggara umrah, asosiasi bisa langsung meresponnya. 

"Ketika Pak Menteri dan Pak Khorizi (Dirjen Haji dan Umroh Kemenag) ke sana akan sebaiknya jika kami sebagai asosiasi diikutsertakan, sehingga diskusi kita nanti dalam persiapan keberangkatan umrah dan pelayanan umrah ke depan atau hal lain bisa didiskusikan bersama," katanya.

Firman mengapresiasi usaha pemerintah dengan segala potensi terus melakukan lobi kepada Arab Saudi agar jamaah Indonesia bisa umroh dalam waktu dekat. Meski demikian usaha itu belum berhasil karena Indonesia termasuk negara yang belum diizinkan umroh oleh Arab Saudi.

"Sebagai pelaku usaha kami mengapresiasi bahwa seluruh jajaran pemerintah sudah memaksimalkan potensinya untuk bisa melakukan lobi dengan Saudi Arabia," katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini