Kamis 23 Sep 2021 21:09 WIB

Melalui Pendopo, Ace Hardware Siap Majukan UMKM Indonesia

Pendopo unit bisnis Ace Hardware siap memajukan UMKM Indonesia.

Rep: Idealisa masyrafina/ Red: Bayu Hermawan
Managing Director PT. ACE Hardware Indonesia Tbk Tarisa Widya Krisnadi (kanan) menjadi narasumber dalam talkshow online di Jakarta, Kamis (23/9). Talkshow yang diselenggarakan oleh Republika ini mengangkat tema KitaBisaUsaha.Prayogi/Republika.
Foto: Prayogi/Republika.
Managing Director PT. ACE Hardware Indonesia Tbk Tarisa Widya Krisnadi (kanan) menjadi narasumber dalam talkshow online di Jakarta, Kamis (23/9). Talkshow yang diselenggarakan oleh Republika ini mengangkat tema KitaBisaUsaha.Prayogi/Republika.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Managing Director PT Ace Hardware Indonesia Tbk, Tarisa Widya Krinadi, mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berinovasi dan mencari peluang bisnis yang tepat di masa pandemi. Tarisa mengatakan, Pendopo, yang merupakan salah satu unit bisnis Ace Hardware siap menampung dan memasarkan produk-produk UMKM.

Tarisa mengatakan, Pendopo yang didirikan tahun 2011 dilahirkan untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan UMKM dan pelestarian kearifan lokal dan budaya Indonesia. Ia mengungkapkan, sejak awal pandemi, Pendopo telah mengajak UMKM rekanannya untuk mengalihkan produk mereka ke berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat di masa pandemi.

Baca Juga

"Kami mengarahkan teman- teman UKM fashion batik untuk memproduksi masker kain, kemudian kita pasarkan di jaringan Ace Hardware. Sedangkan yang kosmetik, biasa membuat sabun, kita arahkan membuat hand sanitizer," ujar Tarisa dalam Talk Show "Kita Bisa Usaha" Republika.co.id, Kamis (23/9).

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang ini pelaku usaha harus berpikiran terbuka untuk berinovasi mengembangkan produknya. Saat ini, Pendopo telah mengkurasi lebih dari 500 hasil kerajinan 90 UMKM yang bergerak di bidang wastra dan turunannya, kerajinan, hingga makanan dan minuman tradisional dari seluruh nusantara.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement