PBNU Rekomendasikan Pemerintah Perbaiki Sistem Kesehatan

Sabtu , 25 Sep 2021, 21:04 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Agung Sasongko
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj memastikan dukungan dan membersamai langkah-langkah pemerintah menangani pandemi covid-19 dari hulu hingga hilir.  Menurut Kiai Said, meskipun sekarang tengah landai masih ada kemungkinan terjadi lonjakan gelombang ketiga.

 

Terkait

Menurut keterangan epidomolog, kata dia, berdasarkan pola kurva tiga-lima bulanan, lonjakan diperkirakan terjadi di akhir 2021. Untuk itu dari sisi hulu, kata dia, penerapan prokes tidak boleh kendor.  Sementara dari sisi tengah, menurut Kiai Said, NU mendukung percepatan vaksinasi agar segera terbentuk herd immunity atau kekebalan tubuh.

Baca Juga

“Dari sisi hilir, NU merekomendasikan agar pemerintah memperbaiki sistem kesehatan nasional,” ujar Kiai Said saat sambutan dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta, Sabtu (25/9).

Kiai Said menuturkan, perbaikan sistem kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan rasio dan keandalan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, mengurangi kesenjangan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan, serta memperkuat ekosistem kesehatan, mulai kemandirian farmasi, penambahan dokter dan nakes, kapasitas RS dan Puskesmas, dan produksi alkes.

"Saat ini, sekitar 94 persen alkes (alat kesehatan) yang beredar adalah produk impor. Dominasi alkes impor menandai rapuhnya sistem kesehatan nasional," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah ini.