Pentingnya Menjaga Kesehatan Jasmani dan Ruhani

Senin , 27 Sep 2021, 12:28 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengumpulkan seluruh pegawai pusat kesehatan haji untuk mengikuti program Capacity Building. Program yang digelar selama tiga hari sejak (23-25) ini mengambil tema Tafakur, Tadabur dan Tasyakur di alam terbuka komplek Sampireun, Garut, Jawa Barat. 
Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana mengumpulkan seluruh pegawai pusat kesehatan haji untuk mengikuti program Capacity Building. Program yang digelar selama tiga hari sejak (23-25) ini mengambil tema Tafakur, Tadabur dan Tasyakur di alam terbuka komplek Sampireun, Garut, Jawa Barat. 

IHRAM.CO.ID, GARUT—Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan menggelar program Capacity Building untuk meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan para calon jamaah haji. Program dilaksanakan selama tiga hari sejak (23-25) ini mengambil tema Tafakur, Tadabbur dan Tasyakur di alam terbuka komplek Sampireun, Garut, Jawa Barat.

 

Terkait

Selain menerima materi umum tentang manasik kesehatan haji, peserta program Capacity Building menerima materi tentang kesehatan ruhani yang disampaikan mubaligh setempat dan sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Quran Ustadz Asep Hilman. Dalam tausiyahnya Ustaz Asep Hilman menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan ruhani agar tetap sehat.

Baca Juga

“Kita sering mendengar doa semoga sehat wal afiat. Artinya kita harus sehat jasmani dan ruhani,” tutur Ustadz Asep, saat menyampaikan tausiahnya, Sabtu (24/) malam.

Ustadz Asep mengatakan bisa saja orang sehat jasmaninya (badan), tapi belum tentu sehat ruhaninya artinya sakit ruhaninya. Ciri-ciri sakit ruhaninya adalah ketika orang itu malas mengerjakan perintah Allah namun gemar mengerjakan apa yang dilarang Allah SWT (maksiat).

“Untuk itu penting kita berdoa kepada Allah agar diberikan sehat wal afiat. Jadi kita tidak hanya sehat jasmaninya tetapi juga sehat ruhaninya,” katanya.

Ustadz Asep Hilman mengatakan jika seorang muslim telah sehat jasmani dan ruhaninya maka dipastikan akan selamat di dunia dan akhirat. Untuk memelihara kesehatan itu ada ilmunya yang wajib dimiliki setiap seorang Muslim.

“Menuntut Ilmu itu wajib bagi setiap Muslim,” tutur Ustadz Asep mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Ustadz Asep Hilman mengatakan, ilmu akan membawa seseorang kepada derajat yang lebih tinggi, apalagi ilmu yang dimilikinya itu dapat bermanfaat untuk sekitarnya. Agar dapat bermanfaat maka ilmu itu harus diamalkan. "Ilmu tidak dapat manfaat jika tidak diamalkan,” katanya.

Karena, kata Ustaz Asep, seperti disampaikan Imam Ghazali orang yang berilmu itu tidak akan selamat jika tidak mengamalkan ilmunya, dan orang yang mengamalkan ilmunya akan celaka jika tidak ikhlas. Untuk itu sangat penting menjaga kesehatan tidak di luar akan tetapi bagaimana menjaga kesehatan dari dalam.

“Karena keikhlasan ini adanya di dalam hati,” katanya.

Pada acara tersebut juga, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Budi Sylvana, nampak antusias mendengar tausiah. Menurutnya apa yang disampaikannya sesuai dengan program Capacity Building dengan tema Tafakur, Tadabbur dan Tasyakur.

“Pesan tausiyahnya sampai bagaimana kita tidak hanya sehat jasmani, tetapi ruhaninya,” tutur Budi saat ditemui Republika.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini