Hari Kopi Internasional, Berikut Enam Kopi Timur Tengah

Sabtu , 02 Oct 2021, 05:55 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Kopi Turki (ilustrasi)
Kopi Turki (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Jika berbicara mengenai kopi, itu tak terlepas dari wilayah Timur Tengah. Sebab, Timur Tengah telah lama memiliki hubungan khusus dengan kopi. Meskipun berasal dari Tanduk Afrika, minuman yang diekstrak dari biji tanaman kopi menyebar ke seluruh dunia melalui Yaman sekitar 500 tahun yang lalu. Awalnya sifat stimulasi kopi dihargai oleh para Sufi yang akan menghabiskan malam untuk bangun dan berdoa.

 

Terkait

Lambat laun, kopi semakin terkenal melalui Kekaisaran Ottoman hingga seluruh dunia. Berikut beberapa jenis kopi yang populer di Timur Tengah, seperti dilansir Middle East Eye, Jumat (1/10):

1. Kopi Turki

Karena sudah menjadi kebiasaan di Turki, budaya dan tradisi kopi Turki terdaftar dalam warisan budaya takbenda UNESCO. Minuman ini disiapkan dalam panci khusus yang disebut cezve, terbuat dari tembaga atau kuningan dan memiliki pegangan yang panjang.

Satu sendok teh kopi per cangkir air ditambahkan ke cezve. Kemudian air dan kopi diaduk sebelum cezve diletakkan di atas kompor dengan api sedang. Saat kopi diseduh, busa akan terbentuk di atasnya yang dikenal sebagai wajah kopi. Saat mendidih, kopi dituang ke atas busa yang sudah ada dalam cangkir.

Kopi Turki memiliki tradisi sosial yang berbeda. Misal, sudah menjadi bagian dari adat pernikahan. Seorang calon pengantin mungkin menyiapkan dan menyajikan kopi untuk calon mertuanya ketika mereka datang berkunjung.

2. Kopi Levantine

Kopi Levantine berasal dari kopi tradisional Turki. Meskipun disiapkan dengan cara yang hampir sama, di Suriah, Yordania, Palestina, dan Lebanon, kopi dibumbui dengan kapulaga dan dihidangkan tanpa pemanis. Kopi sering dibuat tanpa lapisan busa yang populer di Turki. Baik di Turki maupun di seberang Levant, kopi disajikan dengan segelas air dingin untuk membersihkan langit-langit mulut.

3. Kopi Arab

Kopi Arab atau disebut sebagai qahwa atau gahwa, populer di Arab Saudi, Yaman, Irak, dan Uni Emirat Arab (UEA). Qahwa dapat dibumbui dengan campuran kapulaga, kunyit, cengkeh, dan terkadang kayu manis sehingga memberikan rasa yang lembut.

Tidak seperti kopi hitam pekat asli Turki, kopi Arab memiliki warna coklat kehijauan yang khas. Ini adalah hasil dari penggunaan biji kopi hijau panggang yang sangat ringan. Kopi Arab biasanya disajikan dengan kurma atau manisan Arab seperti baklawa.

4. Kopi Jabana

Kopi Jabana berasal dari Sudan. Pembuatan kopi dimulai dengan biji kopi hijau mentah yang dipanggang dengan tangan, biasanya di atas kompor bertenaga arang. Setelah dipanggang, biji kopi dipindahkan ke mortar baja atau kayu untuk dihancurkan menjadi bubuk halus.

Setelah air mendidih, ditambahkan biji kopi yang digiling dan rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, dan kapulaga ke dalam labu tanah liat yang dikenal sebagai jabana. Hasilnya adalah minuman kental yang bisa disamakan dengan kopi Turki. Penambahan jahe membedakan kopi Jabana dan memungkinkan tendangan ekstra untuk membangunkan peminumnya.

5. Mazagran

Kopi es telah menggemparkan dunia dan sangat populer di musim panas saat berfungsi sebagai penyejuk udara di tengah panas terik. Aljazair mengklaim sebagai tempat kelahiran es kopi asli.

Asal usul gaya kopi ini diperdebatkan, meskipun sebagian besar setuju minuman ini pertama kali ditemukan pada pertengahan abad ke-19. Beberapa orang percaya pada tahun 1837, pasukan kolonial Prancis mengonsumsi minuman di benteng Mazagran di barat laut Aljazair. Untuk menyiapkan secangkir kopi Aljazair, perlu mengisi gelas tinggi yang sempit dengan es dan menuangkan secangkir kopi hitam. Kemudian, tambahkan lemon segar dan pemanis pilihan.

6. Nous Nous

Populer di Maroko, nous nous secara harfiah berarti setengah-setengah dan secara tradisional disajikan dalam gelas, minuman yang terdiri dari setengah susu dan setengah espresso. Menurut beberapa tradisi, nous nous biasanya dipesan oleh wanita.

Untuk membuat nous nous harus mulai dengan setengah cangkir susu yang dibuih dengan mesin espresso atau hand foamer. Kemudian, perlahan tuangkan setengah cangkir espresso ke atas susu yang berbusa. Sebagai pilihan, bisa tambahkan gula untuk rasa yang manis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini