Senin 04 Oct 2021 18:46 WIB

Bayi Afghanistan Diselamatkan Tentara AS Bertemu Keluarganya

Selama beberapa hari, identitas bayi dan orang tuanya tidak diketahui.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Seorang bayi Afghanistan, Liya yang berusia 16 hari diserahkan pada marinir AS saat Taliban mengambil alih pemerintahan di Kabul, Agustus 2021.
Foto: Twitter
Seorang bayi Afghanistan, Liya yang berusia 16 hari diserahkan pada marinir AS saat Taliban mengambil alih pemerintahan di Kabul, Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, PHOENIX -- Seorang bayi yang menjadi berita viral saat pengambilalihan Kabul oleh Taliban pada Agustus lalu sekarang telah bersatu dengan orang tuanya di Arizona, Amerika Serikat. Setelah Taliban berhasil menguasai Kabul, seorang reporter merekam video yang memperlihatkan seorang bayi dibawa melintasi keurumunan orang dan berhasil melewati pagar kawat berduri.

Selama beberapa hari, identitas bayi dan orang tuanya tidak diketahui. Kini bayi tersebut berusia delapan pekan. “Ketika dia lebih tua, saya akan memberitahunya bahwa dia seorang pejuang. Dia berhasil melewati masa-masa terburuk di awal hidupnya,” kata sang ayah Hameed kepada media lokal AZ Family.

Baca Juga

Untuk tujuan keamanan karena keluarga masih memiliki anggota keluarga yang bersembunyi di Afghanistan, nama lengkap keluarga belum diungkapkan. Di Kabul, sang ayah bekerja sebagai ahli bahasa dan penasihat budaya untuk pejabat militer AS.

Sepanjang Agustus tahun ini, Hameed bekerja di bandara di Kabul, membantu tentara AS melakukan evakuasi. Dia tinggal di bandara karena dia tidak dapat meninggalkan daerah itu.

Oleh karena itu, dia tidak dapat melihat bayinya yang baru lahir. Namun, dengan keajaiban, ia berhasil menghubungi istrinya bernama Sadia meskipun ada gangguan saluran telepon.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement