Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Batam Meningkat

Rabu , 06 Oct 2021, 15:21 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Batam Meningkat. Sebuah kapal cepat rute Batam Centre - Singapura melaju pelan di dekat Pelabuhan Internasional Batam Centre Batam, Kepulauan Riau, Rabu(22/9/2021).Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi pintu masuk internasional untuk perjalanan jalur laut hanya melalui pelabuhan Batam dan Nunukan (Kalimantan Utara) dalam rangka mengantisipasi masuknya varian baru Virus Corona, termasuk Varian Mu (B.1.621).
Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Batam Meningkat. Sebuah kapal cepat rute Batam Centre - Singapura melaju pelan di dekat Pelabuhan Internasional Batam Centre Batam, Kepulauan Riau, Rabu(22/9/2021).Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi pintu masuk internasional untuk perjalanan jalur laut hanya melalui pelabuhan Batam dan Nunukan (Kalimantan Utara) dalam rangka mengantisipasi masuknya varian baru Virus Corona, termasuk Varian Mu (B.1.621).

IHRAM.CO.ID, BATAM -- Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kota Batam Kepulauan Riau selama Agustus 2021 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik Kota Batam mencatat jumlah wisman pada Agustus 2021 sebanyak 165 kunjungan, meningkat 2,48 persen dibandingkan Juli 2021 yang mencapai 161 kunjungan.

 

Terkait

"Dan jika dibandingkan Agustus 2020, jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam naik 34,15 persen," kata Kepala BPS Kota Batam Rahmad Iswanto, Rabu (6/10).

Baca Juga

Ia mengatakan dilihat dari kebangsaan, maka yang paling banyak mengunjungi Batam pada Agustus adalah wisatawan berkebangsaan Singapura sebanyak 14 kunjungan dan Rusia sebanyak empat kunjungan. Kenaikan jumlah kunjungan wisman selama Agustus 2021 ke Kota Batam terjadi di pintu masuk yang ada di Kota Batam, yaitu Pelabuhan Ferry Batam Center, Bandar Udara Hang Nadim, dan Pelabuhan Ferry Harbourbay.

Ia menyatakan jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam sepanjang Januari-Agustus 2021 sebanyak 1.802 kunjungan atau turun 99,39 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. "Ini sebagai akibat masih merebaknya wabah Covid-19 yang berdampak pada industri pariwisata Provinsi Kepulauan Riau," kata dia.

Kota Batam terus mempersiapkan diri untuk kebijakan pembukaan perbatasan untuk pariwisata secara terbatas dengan Singapura melalui travel bubble. Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan salah satu syarat pembukaan perbatasan adalah angka penularan Covid-19 yang terus dapat dikendalikan.

Cara pengendalian yang efektif adalah menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi. Ia berharap penularan Covid-19 di Batam semakin melandai dan perbatasan dapat segera dibuka agar ekonomi setempat dapat berputar.

Sebelum pandemi, menurut Rudi, sekitar satu juta wisman datang ke Batam setiap tahunnya. "Dan mereka minimal membawa uang Rp 5 juta. Dikalikan saja berapa banyak yang yang mereka habiskan di Batam," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini