Selasa 12 Oct 2021 02:20 WIB

Kondisi Tali Pusar Nabi Muhammad Saat Lahir, Benarkah Putus?

Kondisi Tali Pusar Nabi Muhammad Saat Lahir, Benarkah Putus?

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Kondisi Tali Pusar Nabi Muhammad Saat Lahir, Benarkah Putus?. Foto:   Ilustrasi Rasulullah
Foto: Republika/Mardiah
Kondisi Tali Pusar Nabi Muhammad Saat Lahir, Benarkah Putus?. Foto: Ilustrasi Rasulullah

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Dalam sejumlah riwayat telah disebutkan tentang keistimewaan dan juga hal-hal yang luar biasa yang terjadi seiring dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun benarkah Nabi lahir dalam keadaan tali pusar yang telah terputus?

Prof Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan, memang terdapat riwayat lain yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad lahir dalam keadaan terputus tali pusarnya dan telah disunat oleh Malaikat Jibril.

Baca Juga

Namun demikian, kata Prof Quraish, riwayat ini sangat diragukan kebenarannya. Bukan saja karena ini menjadikan beliau lahir tidak seperti manusia biasa yang sangat membutuhkan tali pusar guna menyalurkan makanan dari ibunya, tetapi juga kalaupun terjadi maka tidak ada keistimewaan khusus dari hal tersebut terhadap bayi yang lahir.

Bahkan sebaliknya, menurut Prof Quraish, hal itu justru dapat dinilai sebagai abnormal. Demikian juga halnya dengan riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan telah dikhitan.

Ulama-ulama hadits telah membantu umat Islam untuk menolak riwayat tersebut setelah mereka menyatakan kelemahan riwayat tersebut. Prof Quraish mengutip pernyataan Ibnu Katsir Ismail bin Umar (700-747 Hijriyah) menilai semua hadis yang berkaitan dengan ini adalah lemah.

Ibnul Qayyim Al-Jauzi (1292-1349 Masehi) menegaskan bahwa riwayat itu tidak wajar disebut-sebut. Di sisi lain, sekian banyak riwayat yang menyatakan bahwa kakek Nabi, Abdul Muthallib, menyunatnya sebagaimana adat kebiasaan masyarakat Arab.

Maka riwayat-riwayat yang lemah di atas bahkan dapat mengurangi nilai anjuran atau kewajiban berkhitan yang merupakan kelanjutan dari sunnah Nabi Ibrahim AS.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement