Saudi Larang Warga Masuk Fasilitas Umum Sebelum Vaksin Ganda

Senin , 11 Oct 2021, 13:28 WIB Reporter :Mabruroh/ Redaktur : Esthi Maharani
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa orang-orang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 ganda dilarang memasuki tempat-tempat umum, fasilitas pemerintah dan fasilitas swasta. Hanya mereka yang sudah menerima dua dosis vaksin yang diizinkan memasuki fasilitas semua vasilitas tersebut.

 

Terkait

Melansir dari Saudi Gazette, Senin (11/10), aturan ini mulai berlaku pada Ahad (10/10) pagi. Dalam pernyataannya, kementerian menyebutkan, bahwa hanya mereka yang telah menyelesaikan vaksinasi dengan dua dosis yang akan diizinkan memasuki fasilitas swasta dan publik.

Kementerian menegaskan bahwa mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap maka akan diizinkan untuk masuk ke fasilitas pemerintah dan swasta, termasuk menaiki pesawat, transportasi umum, fasilitas pendidikan dan semua kegiatan ekonomi, olahraga, pariwisata atau hiburan.

Kementerian mengatakan bahwa mereka yang telah memperoleh pengecualian sebelumnya dari Kementerian Kesehatan untuk tidak mengambil vaksin, maka akan muncul dalam aplikasi "Tawakkalna", sehingga akan dikeluarkan dari kebijakan baru ini.

Untuk pertama kalinya kasus Covid-19 mengalami lonjakan setelah sebelumnya lima hari berturut-turut kasus di bawah angka 50. Pada Ahad kemarin, Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus naik sebanyak 59 kasus dalam 24 jam terakhir.

Menurut Kementerian, dua orang meninggal akibat komplikasi akibat virus tersebut selama 24 jam terakhir. Ini menjadikan jumlah total infeksi yang dikonfirmasi di Kerajaan menjadi 547.591 dan kematian terkait virus menjadi 8.745.

Menurut kementerian, total 41 orang pulih selama 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah total orang yang bebas dari virus mematikan menjadi 536.626.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini