Turki akan ubah kota kuno Soli-Pompeiopolis jadi archaeopark

Senin , 11 Oct 2021, 18:27 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Kota kuno Soli-Pompeiopolis.
Kota kuno Soli-Pompeiopolis.

IHRAM.CO.ID, MERSIN, Turki --  Para arkeolog di Turki selatan sedang berupaya mengubah kota kuno Soli-Pompeiopolis. Kota ini, menurut kepada tim penggalian situs sejarah tersebut, akan  menjadi museum terbuka atau archaeopark.

 

Terkait

“Tujuan kami adalah untuk membangun hubungan antara area yang kami gali dan mengubah tempat ini menjadi taman purbakala,” kata arkeolog Remzi Yagci kepada Anadolu Agency di lokasi penggalian di provinsi Mersin, Rabu pekan lalu.

Musim penggalian ke-23 di kota kuno telah selesai, yang berfungsi sebagai pelabuhan utama pada abad ke-2 dan ke-3 SM dan berisi kolom berusia ribuan tahun yang dipertahankan hingga hari ini.

Tim penggali tahun depan akan berjumlah 20 orang, yang mana akan melakukan pekerjaan restorasi, kata Yagci, yang juga akademisi di Universitas Dokuz Eylul di provinsi Izmir.

"Mengubahnya menjadi archeopark akan meningkatkan minat pada kota kuno," tutur dia.

"Orang-orang akan melihat segala sesuatu yang dapat ditemukan di kota kuno itu," sebut Yagci.

"Pengunjung akan membangun hubungan antara struktur monumental di atas dan di bawah tanah. Ketika mereka memasuki pelabuhan, mereka akan melihat bahwa itu adalah salah satu yang terbesar di Mediterania Timur,” tambah dia.

Yagci menggarisbawahi situs tersebut akan menjadi “titik fokus kegiatan pendidikan di wilayah tersebut.

“Kami akan membawa orang-orang untuk bertatap muka dengan sejarah,” ujar arkeolog itu.

 

Sejarah periode Neolitik

Penggalian tahun ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari 12 orang dan menggali makam Aratus, seorang astronom dan penyair terkenal dari periode Helenistik.

Tahun depan, tim berencana untuk mengerjakan di area pelabuhan, jalan bertiang, gundukan yang ditemukan di kota kuno, dan pemandian Romawi yang hancur oleh gempa bumi dan faktor eksternal lainnya.

"Kami melihat bahwa sejarah Soli membentang kembali ke periode Neolitik, seperti halnya Gundukan Yumuktepe," kata Yagci, merujuk pada penggalian terdekat dari situs kuno Yumuktepe yang berasal dari 7.000 SM dan terletak di kota Mersin.

"Semua lapisan arkeologi dari Neolitik hingga saat ini ada di sini," tukas sang arkeolog.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini