Garuda Indonesia Bersiap Layani Penerbangan Umroh

Selasa , 12 Oct 2021, 17:05 WIB Reporter :Rahayu Subekti/ Redaktur : Ani Nursalikah
Garuda Indonesia Bersiap Layani Penerbangan Umroh. Calon jamaah umroh menuju kabin pesawat Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia Bersiap Layani Penerbangan Umroh. Calon jamaah umroh menuju kabin pesawat Garuda Indonesia.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia menyambut baik rencana Arab Saudi akan kembali membuka pintu umroh bagi Indonesia. Persiapan pun sudah dimulai untuk kembali melayani penerbangan umroh kembali.

 

Terkait

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan masih menunggu teknis dari pemerintah mengenai hal tersebut. "Kita tunggu dulu detilnya mengenai umroh ini untuk membawa jamaah," kata Irfan kepada Republika.co.id, Selasa (12/10).

Baca Juga

Irfan memastikan persiapan Garuda Indonesia untuk penerbangan umroh sudah dilakukan sejak lama. Terlebih, penerbangan umroh berpotensi dalam mendongkrak bisnis Garuda Indonesia.

Pada Agustus 2021, Garuda Indonesia mengakui kesulitan memproyeksikan bisnis perusahaan hingga akhir 2021 setelah terdampak pandemi Covid-19. Irfan mengharapkan penerbangan umroh kembali dibuka agar menjadi peluang mendongkrak pendapatan maskapai.

"Ketika dibuka, pendapatan kita bisa bergerak jauh," kata Irfan.

Dia yakin penerbangan umroh sangat berpotensi memberikan dampak yang positif terhadap pendapatan Garuda Indonesia. Terlebih semenjak pandemi, jumlah penumpang Garuda Indonesia turun signifikan.

"Apalagi antrean umroh sudah panjang," ujar Irfan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri memastikan Arab Saudi akan kembali membuka pintu umroh untuk Indonesia. Hal tersebut berdasarkan nota diplomatik yang dirilis Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (8/10).

"Kedutaan (Arab Saudi) telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Arab Saudi perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jamaah Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu (9/10).

Retno memastikan, saat ini komite khusus di Saudi sedang bekerja menangani hambatan dalam dimulainya lagi perjalanan umroh dari Indonesia. Retno menuturkan otoritas Indonesia dan Saudi juga sedang dalam tahap akhir pertukaran teknis yang menjelaskan informasi para pengunjung.

Aturan teknis tersebut berkaitan dengan vaksin serta hal-hal yang memfasilitasi proses masuknya jamaah. "Nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jemaah umroh yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan," kata Retno.

Retno mengatakan kabar baik dari Arab Saudi tersebut ditindaklanjuti dengan pembahasan secara lebih detil, termasuk mengenai teknis pelaksanaannya. Dia menegaskan, Kementerian Luar Negeri akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi mengenai pelaksanaan kebijakan pemerintah Saudi tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini