Masjid Bidiyah di Oman Jadi Masjid 'Go Green'

Rabu , 13 Oct 2021, 15:11 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Esthi Maharani
Panel energi tenaga surya. (ilustrasi)
Panel energi tenaga surya. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MUSCAT -- Sebuah masjid di Bidiyah di Sharqiyah Utara, Oman, berinovasi menjadi 'go green' setelah dilengkapi dengan panel tenaga surya. Penggunaan panel surya di masjid itu adalah bagian dari upaya untuk mengalihkan sejumlah tempat ibadah menuju sumber energi terbarukan dan berkelanjutan.

 

Terkait

Masjid Obaid bin Saeed Al Hajri adalah yang pertama di wilayah Sharqiyah, dan yang kedua di Oman di mana panel surya telah dipasang. Sebelumnya, masjid pertama yang dilengkapi panel surya ialah Masjid Hassan bin Thabet di Muscat.

"Pemasangan panel surya ini merupakan bagian dari inisiatif Masjid Hijau (Green Mosque) tahap pertama, sebuah program investasi di bidang energi terbarukan yang akan membantu mengubah sejumlah masjid di Oman untuk menjalankan pada energi terbarukan," kata CEO Perusahaan Pengelola Dana Wakaf Amanah, Yousef bin Ali Al Harthy, dilansir di Times of Oman, Rabu (13/10).

Ia mengatakan kepada Oman News Agency, perusahaan Amanah menetapkan transformasi dari masjid ini menjadi sebuah bangunan ramah lingkungan bertenaga surya kepada sebuah UKM yang mengkhususkan diri di bidang itu, sebagai bagian dari inisiatif investasinya.

"Kami ingin untuk memasukkan lebih banyak masjid di periode mendatang, sebagai bagian dari arahan strategis untuk membuka area baru untuk investasi abadi melalui proyek-proyek berkualitas yang mencapai manfaat sosial dan lingkungan dengan pengembalian yang memuaskan dan peluang kerja yang menjanjikan bagi pemuda Oman," lanjutnya.

Sebanyak 39 panel surya telah dipasang di Masjid Obaid tersebut, bersama dengan sebuah sistem pemantauan. Masjid yang terbentang di area seluas 1.827 meter persegi dan dibangun di atas lahan seluas 420 meter persegi ini menerima 20 kilowatt energi dari panel surya tersebut.

Upaya tengah dilakukan untuk sepenuhnya mengurangi konsumsi listrik dari sumber konvensional. Fase pertama dari inisiatif Masjid Hijau saat ini sedang berlangsung di Oman.

Upaya untuk mengalihkan masjid ke sumber energi bersih dan terbarukan tengah berlangsung di sejumlah tempat ibadah dengan dimensi yang berbeda. Inisiatif ini sejalan dengan Visi Oman 2040, dan tren global menuju pembangunan gedung hijau.

Al Harthy mengatakan, Inisiatif ini bekerja untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dengan mengadopsi pendekatan transisi ke ekonomi hijau dalam proyek-proyek pembangunan, dan menggunakan sumber energi alternatif dengan cara yang meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi pengeluaran untuk solusi energi tradisional.

"Pembangunan bangunan hijau membuka jalan bagi industri modern berbasis teknologi dan inovasi, terutama karena negara memiliki bahan untuk menciptakan ekonomi berbasis energi alternatif. Lokasinya yang strategis dan iklimnya yang panas membantunya menghasilkan energi matahari dalam jumlah yang melimpah," tambahnya.

Program Masjid Hijau bertujuan untuk menyediakan energi terbarukan untuk 100 masjid di tahap pertama penyebaran dan total 300 masjid selama tiga tahap. Investasi untuk program ini menelan total biaya sebesar 5 juta Rial Oman.

Pendekatan energi alternatif ini berasal dari minat Oman untuk mencapai keberlanjutan dalam energi bersih daripada menggunakan energi berbasis bahan bakar fosil. Hal itu sesuai dengan Visi Oman 2040, bahwa negara ini bertujuan untuk menghasilkan 30 persen listriknya dari energi surya pada tahun itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini