Cara Rasulullah Ajarkan Kemudahan dalam Islam

Jumat , 15 Oct 2021, 05:50 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Rasulullah SAW. Ilustrasi
Rasulullah SAW. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai Muslim selayaknya harus bersyukur kepada Allah lantaran menjadikan Islam sebagai agama yang mudah, sederhana, dan universal. Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir merupakan sebuah anugerah terbesar di bumi.

 

Terkait

Allah berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 157:

اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ࣖ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang beruntung."

Islam adalah agama yang sebagian besar dapat diikuti di mana saja di seluruh dunia. Tidak ada kebijakan, prasyarat, atau prosedur yang rumit yang diperlukan untuk memeluk Islam.

Nabi yang selalu peduli

Rasulullah tidak ingin membebani pengikutnya. Diriwayatkan dari Bukhari dari Aisyah berkata "Nabi tidak pernah melewatkan mereka (dua rakaat) setelah sholat Ashar sampai dia bertemu dengan Allah. Dan dia tidak menemui Allah hingga berat baginya untuk sholat sambil berdiri, maka dia sering sholat sambil duduk. (Maksudnya dua rakaat setelah Ashar) Dia biasa sholat di rumah dan tidak pernah sholat di masjid karena mungkin sulit bagi pengikutnya dan dia menyukai apa yang mudah bagi mereka."

Sikapnya yang lunak terhadap para pengikutnya telah memberi banyak kemudahan, keluwesan, dan kelonggaran dalam beribadah. Muslim dapat memilih untuk mengadopsi kebiasaan pribadinya dalam banyak hal sehari-hari untuk menjadi lebih dekat dengan Allah.

Sudah menjadi kebiasaan Nabi untuk menghindari perdebatan tentang masalah agama. Dia tahu perselisihan akan merusak persatuan dan membuat agama sulit untuk ditindaklanjuti. Dengan singkat dalam berbicara dan lebih bersemangat dalam tindakan yang benar, Nabi Muhammad menyusun kebijaksanaan besar.

Bertahap menyebarkan Islam

Dilansir About Islam, Kamis (14/10), cara lain Rasulullah memilih kemudahan bagi pengikutnya terlihat dalam pembentukan hukum negara Islam yang lambat dan bertahap. Nabi Muhammad membuat Islam mudah diterima umat manusia dengan tidak menggunakan tergesa-gesa atau paksaan. Sebaliknya, ia memotivasi dan mengilhami mereka untuk melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Dia fokus untuk menghubungkan mereka secara langsung dengan Allah dan memperkuat iman di hati mereka melalui ibadah.

Islam diturunkan dan didirikan selama periode waktu lebih dari dua dekade. Ketika pertama kali diturunkan, banyak kebiasaan dan perbuatan yang kemudian menjadi haram dalam Islam dan sudah mendarah daging di kalangan masyarakat. Namun, Nabi Muhammad menunjukkan toleransinya.

Dia mengabaikan hal-hal negatif dan berfokus pada penanaman keyakinan. Semua yang dia lakukan bertahap, selangkah demi selangkah. Mirip dengan menaiki anak tangga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini