5 Karakter Rasulullah Menurut Ibnu Rajab Al Hanbali

Sabtu , 16 Oct 2021, 05:05 WIB Reporter :Meiliza Laveda/ Redaktur : Esthi Maharani
Rasulullah SAW. Ilustrasi
Rasulullah SAW. Ilustrasi

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai utusan Allah yang terakhir, Nabi Muhammad menjadi panutan umat Islam. Rasulullah memiliki sejumlah sifat yang mulia. Ustadzah Ameena Blake mengatakan Ibnu Rajab Al-Hanbali membagi karakteristik Rasulullah menjadi lima. Berikut karakter-karakternya, seperti dilansir About Islam, Jumat (15/10):

 

Terkait

1. Memenuhi hak orang lain

Sebagai Nabi, Rasulullah selalu berhati-hati dan selalu memastikan setiap orang mendapatkan haknya. Saat dia menjadi pemimpin umat Islam, dia melakukan ini kepada semua orang termasuk orang miskin.

2. Menghindari untuk merugikan orang lain

Setiap hari, beberapa orang saling menyakiti. Bahkan terkadang orang itu tidak sadar telah menyakiti orang lain. Sikap ini sangat berbeda dengan Nabi. Rasulullah selalu sangat berhati-hati dalam berbagai hal supaya tidak menyakiti siapa pun. Jika tidak sengaja melakukan sesuatu yang dapat menyinggung seseorang, dia akan selalu memastikan dan memperbaikinya.

3. Bersikap positif

Memiliki sikap negatif akan membuka pintu bagi setan. Sebagai Muslim, seharusnya menghindari hal ini. Rasulullah mencontohkan umatnya untuk selalu bersikap positif terhadap semua orang dan mengerti bahwa setiap orang dapat membuat kesalahan.

4. Mengenali dan menanggapi kebaikan orang lain

Dengan mengenali dan menanggapi kebaikan orang lain merupakan cara menunjukkan kasih kayang. Jika orang merasa dihargai, maka dia akan merasa lebih dekat. Rasulullah selalu menghargai apa yang orang lain lakukan untuknya.

5. Singkirkan pikiran negatif

Ketika seseorang bersikap negatif, cara membalasnya bukan dengan berkelahi dengan mereka. Cara yang Rasulullah ajarkan adalah dengan bersikap damai. Pastikan jalan keluar dari perselisihan dilakukan dengan cara berdamai.

Allah membimbing Nabi untuk melakukan hal ini. Ada salah satu sahabat Nabi Muhammad yang bernama Nu'ayman. Dia adalah pengidap alkohol tetapi Nabi tidak menghakiminya. Bahkan, ketika Umar mengutuk dia, Rasulullah bersabda "Sesungguhnya Nu'ayman mencintai Allah dan Rasul-Nya," (HR Bukhari).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini