STQH Sarana Wujudkan Islam yang Ramah

Ahad , 17 Oct 2021, 13:22 WIB Reporter :Fuji Eka Permana/ Redaktur : Agung Sasongko
Penampilan peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) (ilustrasi)
Penampilan peserta Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA --  Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional ke-26 dipusatkan di halaman Masjid Raya Shaful Khairat, Kota Sofifi, Maluku Utara pada Sabtu (16/10) malam.  Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama oleh Menteri agama Yaqut Cholil Qaumas, Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, Ketua LPTQ yang juga Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.

 

Terkait

Menag menyampaikan STQH merupakan sarana mewujudkan Islam yang ramah untuk semua umat manusia.  "STQH Nasional ke-26 merupakan upaya mengenalkan Islam moderat, mendekatkan Alquran kepada masyarakat dan menggali makna holistik dalam kehidupan," kata Menag melalui pesan tertulis kepada Republika, Sabtu (16/10) malam.

Baca Juga

Ia mengatakan, perhelatan STQH yang diselenggarakan di Maluku Utara, memiliki makna yang sangat strategis. Selain syarat akan sejarah panjang yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal, Maluku Utara adalah wilayah kesultanan Islam yang memiliki peradaban tinggi dalam mengembangkan Islam rahmatan lil ‘alamin. 

"Saya berharap penyelenggaraan STQH Nasional di Maluku Utara ini dapat merawat dan membumikan spirit Islam rahmah dan damai melalui spirit membumikan Alquran yang terus dan berkelanjutan. Karena Alquran adalah pusat energi yang tidak hanya menggerakkan, tetapi juga merawat Islam terus berperan dalam mewarnai keragaman Nusantara," ujarnya.

Menag menginginkan, STQH Nasional menjadi langkah untuk mengenalkan keberislaman yang moderat kepada generasi muda. Dengan mendekatkan Alquran kepada masyarakat luas, dan menggali makna holistiknya untuk dijadikan spirit berbangsa dan bernegara. 

 

 

 
 

 

BERITA TERKAIT