Pengusaha Travel Sarankan Masa Karantina Dipersingkat

Senin , 18 Oct 2021, 07:45 WIB Reporter :Alkhaledi Kurnialam/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Karantina dinilai sangat memberatkan dari segi biaya bagi jamaah umroh. Jamaah Umroh melakukan tawaf selama musim pandemi Covid-19.
Karantina dinilai sangat memberatkan dari segi biaya bagi jamaah umroh. Jamaah Umroh melakukan tawaf selama musim pandemi Covid-19.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kegiatan umroh saat ini sangat berat dilakukan. Terutama karena masa karantina yang lama sehingga memerlukan waktu dan dana yang lebih banyak.

 

Terkait

"Kita melihat bahwa tidak semudah itu menjalankan umroh sekarang, pertama memang kondisi pandemi sekarang ada syarat yang luar biasa. Contoh kita itu harus karantina sebelum berangkat selama tiga hari, kemudian saat pulang lima hari. Berarti lama waktu yang digunakan di luar umroh ada delapan hari, yang perlu waktu dan biaya,” jelas salah seorang pengusaha travel haji dan umroh, Ikbal Sayuti, usai acara launching Koperasi Gaphura Niaga Bersama di Hotel Daily Inn, Cempaka Putih, Jakarta, Ahad (17/10). 

Baca Juga

Lamanya masa karantina akan menuntut dana dan waktu lebih yang tidak banyak orang bisa penuhi. “Kita berharap pemerintah segera mengambil keputusan agar tidak perlu karantina terlalu lama, karena karantina terlalu lama akan banyak timbul masalah,”tuturnya. 

Ikbal yang juga anggota Gabungan Perusahaan Haji dan Umroh Nusantara (Gaphura) ini  menjelaskan, penutupan ibadah umroh dan haji selama dua tahun ini memang membuat pengusaha terpukul. Kendati demikian, dirinya dan banyak pengusaha travel haji dan umroh di Gaphura meyakini bahwa bisnis ini tidak akan mati. 

“Kalau kami yakin bisnis umroh ini tidak akan mati, karena ibadah umroh tidak mati. Hanya sekarang ini kami mengibaratkan, kebetulan sedang ada badai di depan kita. Nah, kita disuruh parkir dulu sementara waktu,” ujarnya.   

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, pekan lalu menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi dari Kerajaan Arab Saudi perihal pembukaan ibadah umroh bagi jamaah Indonesia. Kebijakan ini memang yang ditunggu-tunggu jamaah hingga pengusaha travel Indonesia. Kabar ini pun direspons positif meski dengan sejumlah saran dan catatan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini