Saudi Imbau Warganya tidak Bepergian ke Lebanon

Senin , 18 Oct 2021, 10:53 WIB Redaktur : Esthi Maharani
 Pasukan militer Lebanon dikerahkan di daerah bentrokan di lingkungan Tayouneh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 14 Oktober 2021. Sedikitnya enam orang tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam unjuk rasa di Beirut yang diselenggarakan oleh gerakan Hizbullah dan Amal untuk menuntut pemecatan penyelidik utama ledakan di Beirut.
Pasukan militer Lebanon dikerahkan di daerah bentrokan di lingkungan Tayouneh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 14 Oktober 2021. Sedikitnya enam orang tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam unjuk rasa di Beirut yang diselenggarakan oleh gerakan Hizbullah dan Amal untuk menuntut pemecatan penyelidik utama ledakan di Beirut.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Lebanon sehubungan dengan situasi keamanan terkini di negara tersebut, tulis kementerian luar negeri di Twitter, Ahad (17/10). Lebanon masih masuk daftar perjalanan Arab Saudi, yang mengharuskan mereka memperoleh izin sebelum mengunjungi kerajaan tersebut.

 

Terkait

Pada Kamis tujuh orang tewas dalam kekerasan yang terjadi di Beirut saat massa hendak bergabung dengan aksi protes yang diserukan kelompok Hizbullah dukungan Iran dan sekutu Syiah mereka Amal. Kementerian juga meminta warga Arab Saudi yang saat ini berada di Lebanon untuk waspada dan menjauhi tempat-tempat kerumunan.

Sebelumnya, Arab Saudi mengatakan berdiri bersama rakyat Lebanon. Arab Saudi juga terus mengikuti peristiwa di Lebanon setelah terjadinya baku tembak di Beirut.

"Kerajaan berharap situasi akan stabil sesegera mungkin dan bahwa Arab Saudi mendukung rakyat Lebanon," kata sebuah pernyataan kementerian luar negeri Arab Saudi, dilansir dari Arab News, Jumat (15/10).

Kerajaan mengharapkan keamanan dan perdamaian yang berlaku di Lebanon dengan mengakhiri perolehan dan penggunaan senjata di luar kerangka negara dan memperkuat negara Lebanon dengan cara yang menguntungkan seluruh penduduk Lebanon, tanpa kecuali.

"Rakyat Libanon layak mendapatkan tanah air yang stabil, pertumbuhan ekonomi dan keamanan yang mengakhiri terorisme," kata pernyataan itu.

Protes yang diserukan oleh Hizbullah dan Gerakan Amal, menuntut pencopotan hakim yang memimpin penyelidikan atas tragedi ledakan di pelabuhan Beirut tahun lalu. Tetapi gerakan protes tersebut lantas berujung bentrokan bersenjata antara pendukung kelompok dan orang-orang bersenjata yang identitas politiknya tidak diketahui.

sumber : Antara / Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini