Arab Saudi Kurangi Prokes, Sapuhi: Tanda Umroh Dibuka Lebar

Senin , 18 Oct 2021, 13:05 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Ketua Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi, meminta penyelenggara umroh mempersiapkan dengan baik
Ketua Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI), Syam Resfiadi, meminta penyelenggara umroh mempersiapkan dengan baik

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA— Dilonggarkannya protokol kesehatan (Prokes) menjadi signal kuat umroh akan segera dibuka untuk Indonesia. Untuk itu semua pihak yang berkepentingan dengan penyelenggaraan umroh mempersiapkannya.  

 

Terkait

"Semoga ini menjadi satu indikasi percepatan pelaksanaan umroh dari luar negeri," kata Direktur Utama PT Patuna Mekar Jaya, Syam Resfiadi, mengatakan Republika.co.id, Senin(18/10). 

Baca Juga

Syam memastikan kebijakan Arab Saudi melonggarkan prokes Covid-19 itu benar adanya dan sudah berlaku sejak Ahad (17/10) kemarin. Artinya dua masjid suci yaitu, Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah sudah dipakai tanpa menerapkan prokes Covid-19. 

"Pemerintah Arab Saudi sudah melonggarkan beribadah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram Makkah," katanya. 

Menurut Syam pertimbangan mendasar, Arab Saudi melonggarkan prokes Covid-19, karena Virus Covid-19 sudah tidak ada di negara Arab Saudi. Untuk itu Arab Saudi mengeluarkan kebijakan Prokes Covid-19 mengunakan masker dan wajib jaga jarak dalam sholat sudah tidak perlu dijalankan lagi. 

"Mereka yakin kalau kondisi Covid di negaranya sudah melandai dan mungkin sudah terlalu sedikit sehingga mereka sudah berani melonggarkan protokol kesehatan dengan membuka masker dan tidak berjaga jarak," katanya. 

Syam yang juga Ketua Sarikat Penyelenggara Umroh Haji Indonesia (Sapuhi) ini mengatakan, dugaan bahwa Arab Saudi bahwa Covid-19 sudah melandai di negaranya bisa dilihat dari dizinkannya kembali Masjid Haram dan Masjid Nabawi serta masjid-masjid di seluruh Arab Saudi dipakai dengan kapasitas utama. 

"Bahkaan tidak hanya protokol kesehatan tersebut tambahannya adalah bahwa kapasitas masjid dibuat full," katanya. 

Dengan adanya kebijakan ini, maka Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah akan kembali dipenuhi jamaah dari seluruh dunia. Karena sebelum pandemi Covid-19 dua masjid suci itu setiap waktu disesaki jamaah. 

"Akan semakin banyak orang bisa beribadah kepada Allah SWT di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram atau di masih bersifat umum yang ada di Arab Saudi," katanya.   

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini