Senin 18 Oct 2021 15:49 WIB

Ruang Menangis, Fasilitas Salurkan Rasa Sedih di Spanyol

Fasilitas ini untuk menghilangkan stigma yang melekat pada kepada kesehatan mental.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi menangis.
Foto: www.freepik.com.
Ilustrasi menangis.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- "Masuk dan menangislah" tulis salah satu tanda memberi tahu pengunjung. "Saya juga memiliki kecemasan," ujar salah satu pemberitahuan lain dalam warna merah muda yang bersinar.

Ada telepon di salah satu sudut dengan nama-nama orang yang dapat hubungi ketika merasa sedih, termasuk seorang psikolog. Semua fasilitas itu dapat ditemukan di La Lloreria atau Ruang Menangis.

Baca Juga

Siapa pun dapat mampir di proyek yang bertempat di sebuah bangunan di pusat kota Madrid, Spanyol. Fasilitas ini bertujuan untuk menghilangkan stigma di masyarakat yang melekat pada kesehatan mental, menangis, dan mencari bantuan.

"Ini adalah ide yang sangat bagus untuk memvisualisasikan masalah kesehatan mental. Menangis di Spanyol seperti di banyak negara lain distigmatisasi," kata mahasiswa Swedia yang tinggal di ibukota Spanyol, Jon Nelssom.

Seminggu yang lalu Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez secara terpisah mengumumkan upaya perawatan kesehatan mental senilai 100 juta euro. Program yang akan dijalankan yang akan mencakup layanan seperti saluran bantuan bunuh diri 24 jam.

"Ini bukan hal yang tabu, ini masalah kesehatan masyarakat yang harus kita bicarakan, buat terlihat dan bertindak sesuai dengan itu," kata Sanchez tentang penyakit mental saat meluncurkan rencana pada 10 Oktober atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Pada 2019, sebanyak 3.671 orang meninggal karena bunuh diri di Spanyol, penyebab kematian paling umum kedua setelah penyebab alami. Menurut data pemerintah, sebanyak satu dari 10 remaja telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental, sementara 5,8 persen dari keseluruhan populasi menderita kecemasan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement