Maulid Nabi Diharapkan Jadi Momentum Sempurnakan Akhlak

Selasa , 19 Oct 2021, 14:05 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Agung Sasongko
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) berbincang dengan pengasuh pondok pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur (tengah) dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus (kiri) saat meninjaun vaksinasi COVID-19 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (26/8/2021). Kunjungan gubernur Jatim di pondok pesantren besar tersebut guna memantau secara langsung Program Santri Herd Immunity melalui pemberian vaksin COVID-19 kepada santri berusia 12 tahun ke atas.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) berbincang dengan pengasuh pondok pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur (tengah) dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus (kiri) saat meninjaun vaksinasi COVID-19 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (26/8/2021). Kunjungan gubernur Jatim di pondok pesantren besar tersebut guna memantau secara langsung Program Santri Herd Immunity melalui pemberian vaksin COVID-19 kepada santri berusia 12 tahun ke atas.

IHRAM.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap umat Muslim di wilayahnya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk menyempurnakan akhlak dengan meneladani Rasulullah SAW dalam keseharian. Menurutnya, sudah seharusnya umat Islam mengambil pelajaran dari sosok Nabi Muhammad SAW yang menjadi suri teladan.

 

Terkait

"Rasulullah adalah role model seorang manusia yang memiliki akhlak yang sangat mulia,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (19/10).

Baca Juga

Khofifah mengatakan, dalam kahidupan berbangsa dan bernegara, salah satu akhlak yang patut diteladani dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika yakni sifat tasamuh atau sikap toleransi dan saling menghargai dalam memandang sebuah keberagaman. Sikap dan perilaku toleransi terhadap keberagaman masyarakat, kata dia, merupakan kunci untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan untuk  mencegah proses perpecahan masyarakat, bangsa, dan negara.

Setiap individu, lanjut Khofifah, hendaknya mengaplikasikan perilaku toleran terhadap keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan antar golongan. Dengan begitu, maka Indonesia akan semakin kuat dan tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan yang tidak bertanggung jawab. 

“Keanekaragaman yang ada di Indonesia adalah sebuah kekayaan dan keindahan bangsa. Dan, Perbedaan itu merupakan rahmat, kekuatan dan karunia yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati,” ujarnya.